Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar pada 2025, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 19:57 WIB | Oleh: Haryo BronoPengembangan bisnis AJK diwujudkan melalui kemitraan strategis bersama lebih dari 50 mitra bisnis dari sektor perbankan dan lembaga keuangan non-bank.
Selain AJK, lini bisnis Corporate Solution turut menjadi motor pemacu pertumbuhan. Lini ini menyediakan solusi asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan perusahaan sejak pertengahan 2024. Ciputra Life mencatat lini ini terus menunjukkan tren positif dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.
Pembayaran Klaim dan Manfaat Naik
Sejalan dengan ekspansi bisnis, pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah juga mengalami peningkatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada semester I 2026, Ciputra Life telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp107,1 miliar. Nilai ini meningkat jika dibandingkan dengan pembayaran pada semester I 2025 yang sebesar Rp56,7 miliar.
Hengky menegaskan bahwa pemenuhan kewajiban kepada nasabah merupakan prioritas utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis,” tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Implementasikan PSAK 117
Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi industri asuransi nasional seiring dimulainya pemberlakuan PSAK 117 tentang Kontrak Asuransi (adopsi IFRS 17) sejak 1 Januari 2025.
Ciputra Life telah menyelesaikan tahapan implementasi PSAK 117 dan menyajikannya dalam laporan keuangan 2025. Laporan tersebut telah diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian, disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta dipublikasikan sesuai regulasi.
PSAK 117 membawa perubahan signifikan mendasar pada pengukuran, pengakuan, dan penyajian kontrak asuransi. Salah satu poin utamanya adalah premi yang diterima perusahaan tidak lagi diakui secara langsung sebagai pendapatan, melainkan diakui secara bertahap seiring pemberian jasa asuransi kepada nasabah.
Penerapan standar baru ini tidak mengubah aspek ekonomi dasar maupun arus kas bisnis perusahaan, melainkan menyesuaikan metode pengukuran serta kurun waktu pengakuan laba dan ekuitas dalam laporan keuangan agar lebih transparan.
Raih 16 Penghargaan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!