Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendag Sebut Data Andal Jadi Dasar Kebijakan Perdagangan

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 18:18 WIB | Oleh:
Wamendag Sebut Data Andal Jadi Dasar Kebijakan Perdagangan Doc: Dokumentasi Kementerian Perdagangan
Ket. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menekankan pentingnya data terpercaya dalam perumusan kebijakan perdagangan. Data andal membantu pemerintah mengidentifikasi peluang pasar, memantau hambatan perdagangan, dan mengevaluasi efektivitas perjanjian perdagangan.

Roro menyampaikan hal tersebut dalam CRIF Forum Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (20/8). Forum tersebut mengusung tema Empowering Growth with Trusted Data.

“Indonesia memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang kuat dan peluang yang signifikan. Namun, ekonomi global terus berubah dengan cepat,” ujar Wamendag Roro.

Ia menjelaskan Indonesia merespons perubahan ekonomi global dengan memperkuat ketahanan, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing. Pemerintah juga membangun ekosistem perdagangan yang lebih transparan dan berbasis data untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Bagi pemerintah, data yang andal juga digunakan untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik. Pelaku usaha dan investor memanfaatkannya untuk penilaian risiko, intelijen pasar, verifikasi pemasok, serta keputusan investasi.

Kementerian Perdagangan memperkuat ekosistem perdagangan digital melalui Sistem Informasi Perdagangan (SIP). Sistem tersebut mengintegrasikan Inatrade, InaExport, e-SKA, Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), Satudata Kemendag, dan Cek Ekspor.

“Tujuannya sederhana, yaitu informasi, layanan, dan keputusan yang lebih baik. Hal ini sangat penting bagi UMKM,” kata Roro.

Menurut Roro, akses informasi mengenai permintaan pasar, standar, sertifikasi, dan tarif preferensial dapat memperbesar peluang UMKM bersaing secara global. Karena itu, kebijakan perdagangan Indonesia perlu tetap adaptif, strategis, dan berbasis data.

Data yang diolah Kementerian Perdagangan menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025. Pada tahun yang sama, Indonesia mencatat surplus perdagangan sekitar USD41 miliar dengan nilai ekspor hampir USD283 miliar.

Dalam merespons fragmentasi global, Indonesia berfokus pada tiga prioritas perdagangan. Pertama, melindungi kepentingan perdagangan Indonesia dengan mengatasi hambatan perdagangan dan mendukung eksportir dalam sistem perdagangan internasional berbasis aturan.

Kedua, Indonesia memperkuat hubungan perdagangan dan ekonomi dengan mitra tradisional serta pasar baru. Pasar tersebut mencakup Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Eurasia.

Ketiga, Indonesia memperkuat daya saing dalam negeri melalui peningkatan kualitas, logistik, kesiapan digital, sertifikasi, dan pembiayaan. Upaya tersebut juga mencakup penguatan lingkungan bisnis yang mendukung daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Wajah perdagangan dan investasi global telah berubah. Akses pasar saja tidaklah cukup,” ucap Roro.

Roro menegaskan dunia usaha Indonesia harus produktif, inovatif, dan kompetitif serta mampu memenuhi standar internasional. Pemerintah juga memperluas akses pasar melalui berbagai perjanjian perdagangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.