Bapanas Usulkan Tambahan Kuota Jagung Pakan
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 17:45 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan tambahan kuota 150 ribu ton jagung pakan melalui program SPHP. Usulan tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan bagi peternak mikro yang rentan terhadap fluktuasi harga pakan.
Usulan itu telah disampaikan Bapanas kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas. Tambahan kuota diharapkan membantu peternak memperoleh pakan dengan harga relatif wajar.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan tambahan SPHP jagung merupakan bentuk intervensi pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu peternak menghadapi kenaikan harga pakan dan menjaga harga telur.
"Beberapa waktu yang lalu kepala Bapanas sudah mengundang seluruh asosiasi peternakan telur di Surabaya untuk memastikan bahwa pemerintah akan melakukan intervensi. Pada kesempatan tersebut sudah disepakati bahwa untuk mengendalikan harga, unlock-nya harga telur di tingkat produsen ini, Bapak Kepala Bapanas sudah memutuskan untuk menambah SPHP jagung sebanyak 150 ribu ton," kata Ketut di Jakarta, Kamis (20/8).
Program SPHP jagung pakan 2026 telah dimulai sejak awal Mei dengan total kuota 213,2 ribu ton. Kuota tersebut terdiri atas 138,65 ribu ton untuk peternak mikro, 50,37 ribu ton peternak kecil, dan 24,17 ribu ton peternak menengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga 18 Agustus 2026, realisasi penyaluran mencapai 120,31 ribu ton. Jumlah tersebut setara 49,97 persen dari total kuota dan telah diakses peternak di 28 provinsi.
Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah peternak penerima terbanyak, mencapai 3.672 peternak. Jawa Tengah berada berikutnya dengan jumlah penerima sebanyak 2.012 peternak.
Ketut mengatakan pemerintah juga berupaya memperbaiki harga telur di tingkat peternak. Harga telur saat ini masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Perkembangannya di sisi produsen ini masih rendah sehingga kami sedang mengupayakan penaikan di tingkat produsen. Mungkin akan berefek pada IPH (Indeks Perkembangan Harga) nantinya. Tapi kalau kita melihat di sisi konsumen memang juga masih di bawah Rp 30.000," jelas Deputi Bapanas Ketut.
Berdasarkan pantauan Bapanas per 19 Agustus, harga telur ayam tingkat peternak mencapai Rp22.978 per kilogram. Harga tersebut 13,29 persen di bawah HAP sebesar Rp26.500 per kilogram.
Sementara itu, harga ayam broiler tingkat peternak mencapai Rp24.849 per kilogram. Harga tersebut tercatat 0,6 persen di bawah HAP.
Di tingkat konsumen, rerata harga telur ayam tercatat Rp28.097 per kilogram. Adapun rerata harga daging ayam mencapai Rp40.639 per kilogram.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan pemerintah terus mengawal ketersediaan jagung bagi peternak. Amran juga menginstruksikan Bulog memperpanjang penyaluran SPHP jagung hingga akhir tahun.
“Menambah dan memperpanjang SPHP. Nah itu Bulog, tanggung jawab saya, Bulog, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi. SPHP Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun," tegas Amran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!