Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Peringatkan Asap Karhutla Ketapang Berpotensi Terbawa hingga Pontianak.

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 17:13 WIB | Oleh:
BMKG Peringatkan Asap Karhutla Ketapang Berpotensi Terbawa hingga Pontianak. Doc: Antara Foto
Ket. petugas BPBD Kalbar memadamkan karhutla di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar memperingatkan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat berpotensi terbawa angin hingga ke Kota Pontianak dan bahkan menyeberang ke negara tetangga.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kalbar Soetikno mengatakan, potensi tersebut dipengaruhi arah angin dominan dari tenggara hingga selatan serta rendahnya potensi hujan yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026.

"Kondisi cuaca Kalbar saat ini belum menunjukkan peluang hujan yang signifikan sehingga potensi karhutla masih tinggi dalam sepekan ke depan," kata Soetikno di Pontianak, Jumat.

Ia mengatakan wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Kubu Raya bagian selatan, Kayong Utara dan Ketapang karena potensi hujan di kawasan tersebut masih sangat rendah.

"Potensi karhutla masih tinggi, setidaknya sampai seminggu ke depan. Terutama wilayah Kabupaten Kubu Raya bagian selatan, Kayong Utara dan Ketapang, peluang terjadi hujannya sangat rendah sekali," ujarnya.

Menurut Soetikno, kondisi angin juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai, terutama di wilayah pesisir barat Kalbar. Angin di wilayah laut sebelah barat hingga pesisir Ketapang terpantau cukup kencang dengan arah dominan dari tenggara hingga selatan.

Ia menjelaskan arah angin tersebut memungkinkan asap dari kebakaran di Ketapang dan Kayong Utara bergerak menuju wilayah lain, termasuk ke Bandara Supadio dan Kota Pontianak.

"Kalau ada karhutla kemungkinan akan cepat merambat. Arah gerak angin dominan dari tenggara hingga selatan, sehingga ketika di wilayah Ketapang, Kayong Utara yang di sana ada banyak titik karhutla, asapnya bisa terbawa sampai ke Bandara Supadio hingga ke Kota Pontianak," katanya.

Pergerakan asap juga berpotensi meluas lintas wilayah hingga menyeberang ke negara tetangga. Namun, arah sebaran asap tetap bergantung pada arah dan kecepatan angin serta perkembangan titik panas dan kebakaran di wilayah sumber.

Kondisi serupa juga perlu diwaspadai di sekitar sejumlah wilayah bandara lainnya, termasuk Bandara Rahadi Oesman di Ketapang, terutama apabila terjadi peningkatan konsentrasi asap.

BMKG memperkirakan kondisi kering dan rendahnya curah hujan masih berlanjut hingga September 2026. Kondisi tersebut berpotensi mempertahankan risiko karhutla dan kabut asap sebelum curah hujan berangsur kembali normal pada Oktober.

Sementara itu, pada 23-26 Agustus 2026 peluang hujan diperkirakan terdapat di sebagian wilayah Kalbar, terutama kawasan utara dan timur seperti Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau bagian utara, Bengkayang dan Sambas.

"Namun, hujan diperkirakan berintensitas ringan dan tidak merata sehingga belum cukup untuk mengurangi risiko karhutla secara signifikan," ujarnya.

Terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Soetikno mengatakan kegiatan tersebut hanya efektif dilakukan di wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.