Bauran EBT Indonesia Turun, Target PLTS Jadi Tantangan
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 00:45 WIB | Oleh: Tim RedaksiIndonesia dinilai memiliki potensi energi surya besar karena mendapat sinar matahari hampir sepanjang tahun, terutama untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah terpencil.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan segera membuka tender pembangunan PLTS 100 GW dengan tahap awal 30 GW.
Pemerintah juga mulai mengidentifikasi lahan yang dapat digunakan untuk mendukung proyek itu.
Program Dedieselisasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai target PLTS 100 GW membutuhkan strategi yang lebih komprehensif dan tidak hanya mengandalkan proyek pembangkit skala besar.
“Strategi multijalur harus diterapkan, agar program ini dapat terlaksana efektif, menjawab kebutuhan yang beragam, dan tidak bergantung pada satu skema proyek atau satu sumber pembiayaan,” kata Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa.
IESR mendorong pemerintah menggabungkan PLTS skala besar, PLTS atap, program dedieselisasi, elektrifikasi desa, kegiatan ekonomi produktif, serta penggantian pembangkit fosil secara bertahap.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Selain itu perluasan program dedieselisasi melalui PLTS dan baterai, percepatan proyek PLTS skala besar dalam RUPTL, pemanfaatan PLTS sebagai penyuplai listrik fasilitas pendukung PLTU dan lain sebagainya,” ujarnya.
IESR juga menilai pemerintah perlu membatalkan rencana PLTU dan PLTG baru yang belum memasuki tahap konstruksi, sekaligus menurunkan faktor kapasitas pembangkit fosil yang sudah beroperasi dan menggantinya secara bertahap dengan PLTS serta baterai.
Dengan berbagai skema tersebut, kapasitas PLTS secara teknis diperkirakan dapat mencapai sekitar 80 GW pada 2030.
Namun, untuk mencapai target 100 GW, pemerintah masih perlu mempercepat pembangunan PLTS terdistribusi serta memastikan kesiapan jaringan listrik, sumber daya manusia, rantai pasok, pembiayaan, dan kualitas proyek.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!