Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komnas HAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas, Tak Ada Alasan Benarkan Kekerasan.

📅 Senin, 14 Sep 2026, 12:52 WIB | Oleh:
Komnas HAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas, Tak Ada Alasan Benarkan Kekerasan. Doc: Antara Foto
Ket. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dalam rapat bersama Komisi XIII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/9).

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan mendesak Polda Papua melakukan penyelidikan secara efektif, profesional, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap pelaku serta pihak yang bertanggung jawab.

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas dalam setiap situasi kekerasan bersenjata, termasuk di Papua.

“Tidak ada tujuan politik, keamanan, ataupun tuduhan keberpihakan yang dapat menjadi pembenaran untuk melakukan kekerasan dan merampas nyawa warga sipil,” kata Anis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Komnas HAM menyampaikan duka cita atas meninggalnya tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam peristiwa penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada 9 September 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Komnas HAM, ketiga korban merupakan bagian dari rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang sedang melakukan perjalanan kedinasan terkait pelayanan bidang pertanian dan peternakan.

Dalam perjalanan tersebut, rombongan dihadang kelompok bersenjata. Sejumlah penumpang kemudian dipisahkan, sementara tiga pegawai Dinas Pertanian menjadi korban penembakan hingga meninggal dunia.

Anis menegaskan status sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai pemerintah tidak dengan sendirinya menghilangkan kedudukan seseorang sebagai warga sipil dan perlindungan yang melekat padanya.

“Status seseorang sebagai ASN atau pegawai pemerintah tidak dengan sendirinya menghilangkan kedudukannya sebagai warga sipil maupun perlindungan yang melekat padanya. Setiap tuduhan mengenai keterlibatan seseorang dalam aktivitas keamanan atau intelijen harus didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar dia.

Penegasan tersebut disampaikan Komnas HAM mencermati adanya pernyataan Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) Kodap III Ndugama yang mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut dan menyebut ketiga korban diduga merupakan bagian dari kegiatan intelijen.

Komnas HAM menilai tuduhan tersebut tidak dapat menjadi pembenaran untuk merampas nyawa seseorang yang tidak sedang melakukan kekerasan atau mengambil bagian dalam tindakan permusuhan.

Dalam situasi kekerasan bersenjata, Komnas HAM meminta seluruh pihak menghormati prinsip kemanusiaan dan perlindungan warga sipil.

Warga sipil, termasuk ASN, tenaga kesehatan, guru, pekerja pelayanan publik, pendatang, maupun masyarakat setempat, tidak boleh menjadi sasaran serangan karena pekerjaan, identitas, asal-usul, ataupun dugaan keberpihakan.

Komnas HAM juga memandang perlu mendalami informasi mengenai dugaan pemisahan penumpang berdasarkan identitas atau asal-usul sebelum penembakan.

“Kami mendesak KKB di Papua untuk menghentikan segala bentuk serangan, pembunuhan, ancaman, intimidasi, maupun tindakan kekerasan terhadap warga sipil serta menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan dan menjamin perlindungan terhadap warga sipil,” kata Anis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.