Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB: Hunian Sementara bagi Penyintas Gempa NTT Akan Dibangun Bertahap

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 12:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB: Hunian Sementara bagi Penyintas Gempa NTT Akan Dibangun Bertahap Doc: ANTARA
Ket. Proses serah terima hunian sementara (huntara) yang dibangun BNPB untuk warga terdampak gempa Flores di Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (21/9/2026).

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pendirian rumah hunian sementara (huntara) bagi warga penyintas gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaksanakan secara bertahap berbasis hasil verifikasi penerima manfaat.   

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Selasa (29/9), menyampaikan pembangunan huntara dilakukan agar para penyintas gempa di tujuh kabupaten itu dapat segera meninggalkan lokasi pengungsian menjelang dilaksanakannya pemulihan permanen. 

"Dalam proses pembangunan huntara, BNPB akan menyelesaikan secara bertahap berdasarkan jumlah penerima manfaat yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah," kata dia.

Berton menjelaskan bahwa dalam masa transisi darurat menuju pemulihan ini, pemerintah memberikan dua opsi bagi pemilik rumah rusak berat, yakni mengakses Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk sewa rumah atau dibangunkan huntara. Namun sebagian besar warga terdampak tercatat memilih bantuan bentuk huntara. 

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per 28 September 2026, progres pembangunan huntara di Kabupaten Manggarai mencatat empat unit selesai, 50 unit berprogres di atas 50 persen, dan 60 unit lainnya di bawah 50 persen, dari total verifikasi 1.494 rumah rusak berat.

Di Kabupaten Manggarai Timur, dari target tahap pertama sebanyak 1.305 unit berkonsep insitu dan eksitu, sebanyak enam unit telah rampung dan 561 unit dalam pengerjaan.

Sementara di Kabupaten Ngada, sebanyak 11 unit huntara (enam unit mandiri dan lima unit insitu) telah selesai dibangun, sedangkan 272 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Untuk Kabupaten Nagekeo, sembilan unit huntara insitu berdiri 100 persen dan 173 unit dalam pengerjaan dari total verifikasi 314 rumah rusak berat.

Adapun di Kabupaten Sikka tercatat dua unit telah berdiri dengan tipe keluarga dan komunal, disusul 25 unit pengerjaan paralel. Di Kabupaten Ende, tujuh unit selesai dan tujuh unit dalam proses.

"Di Kabupaten Manggarai Barat, pemerintah daerah masih merampungkan penyusunan Surat Keputusan (SK) penerima bantuan by name by address menyusul adanya peralihan keputusan warga dari DTH ke pilihan huntara," kata Berton menjelaskan.

Dia memastikan bahwa setiap penentuan lokasi pendirian huntara didahului dengan sosialisasi serta musyawarah bersama warga terdampak, seraya pemerintah daerah menyelesaikan penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Daerah
DPRD Bali Dorong Pembiayaan...
Nasional
Kementerian KKP RI Bangun L...
Megapolitan
Disnaker Kota Depok Berangk...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.