Taruhan dan Ambisi Berbahaya Tiongkok Menguasai Arktik untuk Melahirkan Jalur Sutra Es
📅 Senin, 17 Agu 2026, 14:42 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPada Mei 2026, sebuah kapal pengangkut LNG Rusia bahkan mencatatkan rekor transit lebih awal. Tak lama berselang, konvoi armada tanker Rusia yang mengangkut sekitar 8 juta barel minyak melintas hanya dalam jarak 500 mil dari Kutub Utara—sebuah manuver nekat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Taruhan Lingkungan yang Mematikan
Sea Legend mengklaim rute Arktik mampu memotong emisi karbon hingga 50 persen karena jarak tempuh yang lebih pendek. Namun para ahli lingkungan memperingatkan bahwa ancaman bencana di wilayah ini jauh melebihi penghematan efisiensi tersebut.
Banyak kapal masih menggunakan Bahan Bakar Minyak Berat (Heavy Fuel Oil/HFO), jenis bahan bakar kental yang sebenarnya telah dilarang di Arktik sejak 2024. Jika terjadi kebocoran, HFO hampir mustahil dibersihkan dari perairan beku dan membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Selain itu, emisi karbon hitam dari HFO menempel pada es, mengurangi daya pantul sinar matahari, dan justru mempercepat pemanasan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Geografi yang terisolasi dan ketiadaan dukungan logistik membuat risiko kerusakan mesin hingga kapal kandas menjadi sangat tinggi," tegas Kapten Nitin Chopra dari Allianz.
Terlepas dari ambisi besar Tiongkok dan langkah nekat Rusia, perhitungan ekonomi rute Arktik belum sepenuhnya matang. Musim pelayaran yang pendek, tingginya biaya operasional, tantangan keselamatan, dan bahaya sanksi internasional masih menjadi penghalang utama.
Mampukah Jalur Laut Utara menggantikan Selat Hormuz atau Terusan Suez dalam waktu dekat? Untuk saat ini, jawabannya adalah belum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!