Karhutla Bromo Menggila, TNBTS Mulai Hitung Total Kerugian
📅 Senin, 17 Agu 2026, 21:25 WIB | Oleh: Tim PenulisMALANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kelestarian ekosistem.
Ketika musim kering berlangsung, risiko kebakaran meningkat dan dapat meluas dengan cepat jika tidak diantisipasi sejak dini.
Penanganan karhutla membutuhkan lebih dari sekadar pemadaman ketika api sudah muncul. Pencegahan melalui pemantauan titik rawan, pengelolaan lahan yang tepat, kesiapan personel dan peralatan, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko sejak awal.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan perubahan pola musim, pemerintah bersama masyarakat dan pelaku usaha perlu memperkuat langkah mitigasi.
Karhutla yang berulang bukan hanya menimbulkan kerugian ekologis, tetapi juga menunjukkan pentingnya tata kelola hutan dan lahan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melakukan penghitungan nilai kerugian akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo dalam kurun beberapa waktu ke belakang.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha melalui video pernyataan yang diterima secara daring di Malang, Senin (17/8), mengatakan, langkah menghitung kerugian itu melihat banyak aspek yang ada di kawasan wisata tersebut.
"Saat ini staf kami sedang menghitung karena komponennya banyak, ada kerugian lingkungan sampai dengan ekonomi," kata Rudi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyampaikan proses penghitungan baru dilakukan karena memprioritaskan proses pemadaman api di Bromo bersama tim gabungan.
Selain itu, pihaknya juga harus melakukan identifikasi terhadap area terdampak kebakaran untuk selanjutnya dilakukan penghitungan kerugian.
"Tentunya tidak mudah untuk menghitung, kami akan hitung dan menyampaikannya," ucap dia.
Ditanya mengenai perkiraan biaya untuk proses pemadaman, Rudi menyatakan, hal tersebut masih belum diketahui karena perlu terlebih dahulu mengumpulkan informasi rinci dari setiap pihak yang terlibat di dalam upaya penanganan karhutla di Gunung Bromo.
"Karena tidak kami sendiri, tetapi ada TNI, Polri, sampai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Oleh karena itu, semua (laporan) belum disatukan sehingga besarannya belum diketahui," kata Rudi.
Sementara itu, Balai Besar TNBTS masih menutup total seluruh pintu akses wisata ke Gunung Bromo bagi wisatawan sejak Sabtu (8/8) hingga hari ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!