The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia
📅 Minggu, 16 Agu 2026, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDi titik inilah The Brink of War terasa kehilangan energi.
Padahal, sejarah KTT Reykjavík sendiri memiliki elemen dramatis yang kuat. Reagan dan Gorbachev sempat mendekati kesepakatan besar mengenai pengurangan senjata nuklir, tetapi perbedaan mengenai Strategic Defense Initiative atau SDI, program pertahanan antirudal Amerika Serikat, menjadi salah satu persoalan yang membuat kesepakatan tersebut gagal tercapai.
Film berusaha mempertahankan fokus pada momen-momen tersebut. Sayangnya, ketegangan yang seharusnya muncul dari kemungkinan kegagalan justru sering terputus oleh adegan percakapan tambahan dan jeda yang membuat ritme cerita melambat.
Jared Harris menjadi salah satu pengecualian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai Gorbachev, Harris memberikan energi terbesar dalam film. Ia memainkan pemimpin Soviet sebagai sosok yang tegas, mudah frustrasi, tetapi tetap bersedia bernegosiasi. Gestur tubuhnya, termasuk beberapa kali membanting tangan karena kesal, membuat perdebatan di meja perundingan terasa lebih hidup.
Harris berhasil menunjukkan bahwa Gorbachev bukan sekadar lawan bicara Reagan. Ia adalah pemimpin yang memiliki kepentingan sendiri dan tidak akan begitu saja menerima tuntutan Amerika Serikat.
Jeff Daniels mengambil pendekatan berbeda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai Reagan, Daniels menggambarkan presiden Amerika Serikat itu sebagai sosok tenang, bersahaja, dan berusaha mencari kompromi meski mendapat tekanan dari orang-orang di sekitarnya. Pendekatan tersebut masuk akal untuk karakter yang ingin digambarkan sebagai negosiator, tetapi penampilannya terasa terlalu datar.
Kontrasnya cukup terasa ketika Harris berada dalam satu adegan dengannya. Gorbachev terlihat gelisah dan emosional, sementara Reagan hampir selalu mempertahankan ketenangan. Akibatnya, energi dramatis lebih banyak datang dari sisi Soviet.
J.K. Simmons sebagai Menteri Luar Negeri George Shultz juga belum mendapatkan ruang yang cukup besar. Shultz lebih sering menjadi tempat Reagan berdiskusi dan menyampaikan pertimbangan. Nancy Reagan yang diperankan Hope Davis dan Raisa Gorbacheva yang dimainkan Branka Katic juga memiliki fungsi serupa sebagai pemberi perspektif kepada masing-masing pemimpin.
Padahal, tekanan dari para penasihat, intelijen, dan lingkungan politik seharusnya bisa menjadi sumber konflik tambahan yang membuat negosiasi semakin kompleks.
Dari sisi produksi, The Brink of War memiliki nilai lebih.
Film ini melakukan pengambilan gambar di lokasi sebenarnya yang berkaitan dengan KTT Reykjavík. Lanskap Islandia dan sejumlah gambar transisi kawasan Skandinavia memberikan konteks visual yang kuat. Gunn juga memiliki pengalaman menulis drama politik melalui pekerjaannya di The Newsroom, Designated Survivor, dan Billions.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!