RAPBN 2027 di Depan Mata, Investor Menanti Jawaban Pemerintah soal Arah Ekonomi Indonesia
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis“Optimalisasi pendapatan negara diharapkan mampu mendukung APBN yang kolaboratif, kredibel, dan berkelanjutan,” ujar Wihadi.
Sementara itu, belanja negara disepakati berada pada kisaran 13,81-14,80 persen PDB. Belanja pemerintah pusat ditetapkan sebesar 11,26-12,01 persen PDB dan diarahkan untuk mendukung program kerja prioritas nasional, menjaga daya beli masyarakat, serta mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
Strategi Pemerintah
Kembali ke Fakhrul, persoalan kedua yang menjadi perhatian pasar adalah pembagian peran antara APBN, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danantara, dan sektor keuangan dalam pembiayaan pembangunan nasional.
Menurut dia, kejelasan pembagian peran tersebut penting agar strategi pembiayaan tidak menimbulkan ketidakpastian sekaligus dapat memberikan gambaran mengenai sumber pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang.
Ketiga, pasar menunggu strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan yang bersumber dari arus portofolio jangka pendek.
Fakhrul menilai keberhasilan menjaga stabilitas pasar keuangan sepanjang tahun ini merupakan capaian penting. Namun, tantangan berikutnya adalah membangun sumber pembiayaan yang lebih permanen melalui investasi langsung, industrialisasi, serta penguatan neraca pembayaran.
“Keberhasilan menjaga stabilitas pasar keuangan sepanjang tahun ini merupakan pencapaian yang penting, namun tantangan berikutnya adalah membangun sumber pembiayaan yang lebih permanen,” ujarnya.
Keempat, investor juga ingin mengetahui bagaimana pemerintah merespons perubahan struktural dalam perekonomian global, terutama meningkatnya biaya modal jangka panjang.
Menurut Fakhrul, dunia dalam beberapa tahun terakhir bergerak menuju kondisi suku bunga jangka panjang yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dekade sebelumnya. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi strategi pembiayaan pembangunan Indonesia.
Dalam konteks itu, ia menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dan penyampaian Nota Keuangan menjadi salah satu momen komunikasi kebijakan yang paling ditunggu pasar sepanjang 2026.
“Nota Keuangan juga berfungsi sebagai expectation guidance bagi pasar keuangan. Investor akan menilai bukan hanya angka yang disampaikan, tetapi juga arah, konsistensi, dan keyakinan yang ditunjukkan pemerintah terhadap strategi ekonomi Indonesia ke depan,” tutur Fakhrul.
Ia berharap pemerintah tidak hanya menyampaikan target pertumbuhan dan indikator fiskal, tetapi juga memberikan peta jalan yang konkret mengenai sumber pertumbuhan, strategi pembiayaan, serta langkah menjaga kredibilitas fiskal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
14 Aug 2026, 09:37 WIB.
Sejalan dengan kehati-hatian fiskal yang disepakati Banggar DPR di tengah ketidakpastian global, sektor industri pengolahan (food processing) hingga farmasi tentu akan semakin terdorong untuk mengintegrasikan teknologi otomasi dan smart manufacturing guna menekan biaya operasional sekaligus menjaga produktivitas di tengah asumsi nilai tukar rupiah yang diproyeksikan berada di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS.
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!