Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RAPBN 2027 di Depan Mata, Investor Menanti Jawaban Pemerintah soal Arah Ekonomi Indonesia

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dengan demikian, RAPBN 2027 tidak sekadar menjadi dokumen anggaran, tetapi juga dapat menjadi sinyal yang kuat bagi pelaku pasar mengenai arah ekonomi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global dan tingginya biaya pembiayaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
14 Aug 2026, 09:37 WIB.

Sejalan dengan kehati-hatian fiskal yang disepakati Banggar DPR di tengah ketidakpastian global, sektor industri pengolahan (food processing) hingga farmasi tentu akan semakin terdorong untuk mengintegrasikan teknologi otomasi dan smart manufacturing guna menekan biaya operasional sekaligus menjaga produktivitas di tengah asumsi nilai tukar rupiah yang diproyeksikan berada di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.