Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RAPBN 2027 di Depan Mata, Investor Menanti Jawaban Pemerintah soal Arah Ekonomi Indonesia

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
RAPBN 2027 di Depan Mata, Investor Menanti Jawaban Pemerintah soal Arah Ekonomi Indonesia Doc: Antara
Ket. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian ditemui di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Jakarta, Rabu (21/1)

Jakarta - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai pelaku pasar tidak hanya menunggu angka-angka dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, tetapi juga membutuhkan gambaran yang lebih jelas mengenai arah besar kebijakan ekonomi pemerintah.

“Dalam kondisi normal, pasar biasanya fokus pada angka defisit, target pertumbuhan, atau asumsi makro. Namun tahun ini berbeda,” kata Fakhrul dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/8).

Menurut dia, pelaku pasar saat ini sudah memiliki gambaran mengenai sejumlah asumsi dasar RAPBN 2027. Pemerintah dan DPR sebelumnya menyepakati kisaran pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8-6,5 persen, defisit fiskal 1,8-2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta asumsi nilai tukar rupiah Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS.

Karena itu, kata Fakhrul, perhatian pasar kini lebih tertuju pada penjelasan pemerintah mengenai arah kebijakan ke depan, terutama terkait kebijakan fiskal, moneter, pembiayaan pembangunan, serta strategi eksternal Indonesia yang perlu disusun dalam satu kerangka kebijakan yang konsisten.

Ia menilai setidaknya terdapat empat persoalan utama yang perlu dijawab pemerintah melalui RAPBN 2027.

Pertama, pasar ingin mengetahui apakah RAPBN 2027 akan menjadi awal konsolidasi fiskal setelah berbagai gejolak pada 2026 atau justru menjadi fondasi ekspansi pembangunan yang lebih agresif.

Investor, menurut Fakhrul, perlu memperoleh kejelasan mengenai bagaimana pemerintah menyeimbangkan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga kesehatan dan keberlanjutan fiskal dalam beberapa tahun mendatang.

Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyatakan arah kebijakan fiskal 2027 dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus menjaga keberlanjutan APBN.

Wakil Ketua Banggar DPR RI Wihadi Wiyanto mengatakan tema kebijakan fiskal 2027 adalah “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat.”

“Melalui tema ini arah kebijakan pembangunan nasional menitikberatkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Wihadi dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-23 Masa Persidangan V di Jakarta, Kamis.

Menurut Wihadi, pembahasan pendahuluan RAPBN 2027 bersama pemerintah dan Bank Indonesia menyepakati kebijakan fiskal yang ekspansif, tetapi tetap terukur dan berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pendapatan negara disepakati berada pada kisaran 12,01-12,40 persen terhadap PDB, meningkat dari kesepakatan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebesar 11,82-12,40 persen PDB.

Rinciannya meliputi penerimaan perpajakan sebesar 10,16-10,50 persen PDB, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) 1,85-1,89 persen PDB, serta hibah 0,002-0,003 persen PDB.

Peningkatan pendapatan negara akan ditempuh melalui optimalisasi administrasi perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, perluasan basis pajak, optimalisasi penerimaan sumber daya alam, serta penyesuaian sistem perpajakan terhadap perkembangan ekonomi digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
14 Aug 2026, 09:37 WIB.

Sejalan dengan kehati-hatian fiskal yang disepakati Banggar DPR di tengah ketidakpastian global, sektor industri pengolahan (food processing) hingga farmasi tentu akan semakin terdorong untuk mengintegrasikan teknologi otomasi dan smart manufacturing guna menekan biaya operasional sekaligus menjaga produktivitas di tengah asumsi nilai tukar rupiah yang diproyeksikan berada di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.