Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transportasi Jateng Bersiap Berbenah, Trans Jekuti Masuk Babak Baru

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transportasi Jateng Bersiap Berbenah, Trans Jekuti Masuk Babak Baru Doc: ANTARA/ HO-Pemprov Jateng.
Ket. Ilustrasi-Moda transportasi massal BRT Trans Jateng saat melayani penumpang di halte.

JEPARA – Pengembangan transportasi publik antarkota dalam provinsi atau trans antardaerah menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Kehadiran layanan yang terintegrasi diharapkan tidak hanya memudahkan perjalanan antarwilayah, tetapi juga membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pariwisata secara lebih merata.

Di sisi lain, pengembangan transportasi publik perlu dibarengi dengan konektivitas rute, tarif yang terjangkau, serta layanan yang aman dan tepat waktu agar benar-benar menjadi pilihan utama masyarakat.

Rencana pengoperasian Trans Jateng dengan rute melintasi wilayah Jepara-Kudus-Pati (Jekuti) memasuki tahap rencana induk dan pengumpulan data untuk penyusunan usulan rute serta titik halte sedang berlangsung, kata Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Heru Purwanto.

"Saat ini rencana Trans Jateng Jekuti tersebut memang sudah masuk tahap rencana induk dan konsultan tengah melakukan pengumpulan data sebagai bahan penyusunan usulan rute dan titik halte," ujar Heru di Jepara, Rabu (9/9).

Ia mengatakan rencana induk merupakan tahap kedua setelah studi kelayakan (feasibility study/FS) dalam proses realisasi angkutan aglomerasi.

Tahapan pengumpulan data dilakukan melalui permintaan data, wawancara, dan penyebaran kuesioner.

Menurut dia, pengumpulan data tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kajian. Selain permintaan data, konsultan juga melakukan wawancara serta menyebarkan kuesioner kepada masyarakat.

Kuesioner tersebut antara lain menggali karakteristik responden yang berpotensi menjadi pengguna Trans Jateng. Kajian juga mencakup pola pergerakan masyarakat, minat menggunakan layanan Trans Jateng, hingga usulan fasilitas yang dinilai diperlukan.

Heru menjelaskan hasil dari tahap rencana induk nantinya berupa usulan rute dan titik halte. Namun, titik halte yang dihasilkan pada tahap ini masih bersifat umum dan belum sampai pada detail teknis.

Setelah rencana induk selesai, proses akan dilanjutkan ke tahap penyusunan rancangan teknik terperinci atau detail engineering design (DED). Pada tahap tersebut, rute dan halte usulan akan didetailkan, termasuk desain dan kriteria halte serta sistem pelayanan.

"Kajian kemampuan membayar (ability to pay/ATP) dan kemauan membayar (willingness to pay/WTP) juga akan disiapkan sebagai bagian dari dukungan terhadap penyusunan DED," ujar dia.

Heru memperkirakan seluruh rangkaian proses penyusunan studi tersebut dapat selesai pada tahun 2027. Sementara itu, operasional Trans Jateng di wilayah pengembangan Jepara-Kudus-Pati diperkirakan mulai berlangsung pada 2028.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.