Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Dorong Transformasi dari “Smart City” Menuju “Data-Driven City”

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 13:22 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Dorong Transformasi dari “Smart City” Menuju “Data-Driven City”  Doc: Humas Kota Bandung
Ket. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan berbasis data. Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat membuka acara NGULIK (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Data dan Statistik) bertema “Data-Driven Governance: Lesson from Seoul Smart City Evolution”, yang digelar secara daring melalui zoom meeting, Kamis (13/8).

Wali Kota Farhan menilai, perkembangan kota di era digital tidak lagi memungkinkan pemerintah mengambil kebijakan hanya berdasarkan pengalaman, perkiraan, maupun kebiasaan. Pemerintah dituntut mampu membaca perubahan melalui data agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab persoalan masyarakat.

“Data dalam governance pada dasarnya menempatkan data bukan sekadar sebagai produk administrasi, melainkan sebagai instrumen penting dalam pengambilan keputusan,” ujar Wali Kota Farhan.

Menurut dia, pemanfaatan data harus mampu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar dalam setiap persoalan perkotaan. Mulai dari apa masalahnya, siapa yang terlibat dan terdampak, di mana persoalan terjadi, hingga apa penyebabnya. Dari sana, pemerintah dapat menentukan intervensi yang paling tepat.

Wali Kota Farhan menyebut karakteristik Kota Bandung menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan tata kelola berbasis data. Dengan luas wilayah sekitar 170 kilometer persegi dan jumlah penduduk yang mendekati 3 juta jiwa, Bandung memiliki mobilitas penduduk yang tinggi serta dinamika yang terus berkembang di bidang pelayanan publik, kesehatan, pendidikan hingga ekonomi digital.

Karena itu, Wali Kota Farhan menilai pengalaman Seoul dalam membangun kota cerdas penting untuk dipelajari, bukan semata-mata dari kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi dari bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Smart city pada akhirnya bukan soal seberapa banyak teknologi yang diterapkan atau berapa banyak anggaran yang digunakan untuk membeli sensor dan mengembangkan aplikasi. Yang paling penting adalah bagaimana digitalisasi ini memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” tutur dia.

Wali Kota Farhan menegaskan, Bandung tidak perlu meniru Seoul di Korea Selatan secara utuh. Namun, konsistensi Seoul dalam membangun pemerintahan yang responsif, mengintegrasikan data antarorganisasi pemerintahan, serta melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan masyarakat dinilai layak menjadi pembelajaran.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan data sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut dia, apabila data dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara transparan, kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat tumbuh.

Sementara itu, perwakilan Seoul Metropolitan Government, Koo Hong-seok, Ambassador for International Relations mengatakan hubungan persahabatan Bandung dan Seoul telah terjalin sejak 2016. Tahun 2026 sekaligus menjadi momentum 10 tahun kemitraan kedua kota.

Menurut Koo, momentum tersebut menjadi kesempatan penting untuk saling berbagi kebijakan dan pengalaman sekaligus memperkuat fondasi kerja sama Bandung-Seoul.

Ia menjelaskan, Seoul terus memanfaatkan data dan teknologi digital untuk merespons perubahan lingkungan perkotaan yang berlangsung cepat serta kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

“Kami sangat berharap waktu ini dapat menjadi waktu yang berharga bagi kita semua untuk berbagi pengalaman dan pendapat satu sama lain,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Gojek bohong sekarang ongkos makin parah aja aplikor ...
    Omon2 doang ojol mkn terpuruk dgn pemotongan ? ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.