Bintang Tenis Dunia Mulai Bertumbangan, Zverev Desak ATP Pangkas Durasi Turnamen Masters
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 00:03 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraBagi pemain papan atas, persoalannya bukan sekadar jumlah pertandingan. Mereka juga harus memperhitungkan waktu perjalanan, latihan, pemulihan, serta persiapan menghadapi turnamen besar berikutnya.
Rangkaian turnamen di Amerika Utara menjadi salah satu contoh paling jelas. Setelah Canadian Open, para pemain langsung menghadapi Cincinnati Open sebelum kemudian bersiap menuju US Open.
Kondisi tersebut membuat sebagian pemain memilih melewatkan salah satu turnamen demi menjaga kebugaran.
ATP sebelumnya menegaskan bahwa para pemain tetap memiliki kebebasan untuk menentukan jadwal kompetisi mereka. Badan tenis putra dunia itu juga menyatakan terus berupaya menciptakan insentif agar pemain menjalani jumlah pertandingan yang tepat sepanjang musim.
Namun, absennya Sinner, Djokovic dan Alcaraz dari Canadian Open kembali memperlihatkan persoalan yang dihadapi tenis putra saat ini.
Zverev berharap ATP mempertimbangkan kembali format Masters 1000 agar turnamen tersebut tidak terlalu membebani pemain.
“Jika kami harus berada di sini selama tujuh pekan, itu jelas terlalu lama,” kata Zverev.
Bagi Zverev, mengembalikan Masters 1000 ke format satu pekan bukan hanya soal mengurangi beban pemain. Langkah tersebut juga diyakini dapat meningkatkan peluang para bintang tenis tampil lebih konsisten di turnamen-turnamen besar sepanjang musim.
Dengan persaingan menuju US Open semakin ketat, isu mengenai keseimbangan antara tuntutan kompetisi dan kebugaran pemain diperkirakan masih akan menjadi salah satu perdebatan utama dalam kalender ATP.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!