Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awal Musim Hujan Bakal Lebih Lambat

3 Rabu, 23 Sep 2026, 03:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Awal Musim Hujan Bakal Lebih Lambat Awal Musim Hujan Bakal Lebih Lambat Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Sejumlah pengendara menerobos hujan di Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat atau mundur dibandingkan kondisi rata-rata klimatologisnya akibat pengaruh fenomena El Nino sangat kuat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan fenomena anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik menunjukkan nilai +2,63 yang menandakan El Nino kategori sangat kuat dan diproyeksikan bertahan hingga awal 2027.

“Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat di 529 zona musim atau mencakup 61,08 persen luas daratan Indonesia,” kata dia di Jakarta, Selasa (22/9).

Faisal memaparkan awal musim hujan akan berlangsung secara bertahap, diawali pada November 2026 sebanyak 185 Zona Musim (ZOM) atau 24,66 persen luas daratan, disusul Desember 2026 sebanyak 266 ZOM atau 17,31 persen luas ­daratan.

Meskipun kedatangannya terlambat, akumulasi curah hujan pada 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia diprediksi berada pada kategori normal. Untuk puncak musim hujan, BMKG memproyeksikan akan terjadi secara bergelombang mulai Desember 2026 di 155 ZOM (36,94 persen daratan), Januari 2027 di 162 ZOM (25,68 persen daratan), hingga Februari 2027 di 190 ZOM (16,79 persen daratan).

Adapun durasi musim hujan di 482 ZOM atau 51,90 persen luas daratan Indonesia diprediksi berlangsung lebih pendek dari kondisi normalnya.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan sektor strategis untuk memanfaatkan kedatangan musim hujan guna mengisi waduk serta memperluas area tanam, sembari meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.

“Namun demikian bersama datangnya musim hujan, risiko bencana hidrometeorologi basah juga meningkat. Karena itu kami berharap informasi ini dapat diterjemahkan menjadi strategi adaptasi dan langkah antisipasi yang konkret, sehingga masyarakat dan para pemangku kepentingan tidak hanya lebih siap menghadapi risiko, tapi juga mampu memanfaatkan peluang yang hadir seiring dinamika iklim yang akan terjadi,” kata Teuku Fasial Fathani.

BMKG juga menegaskan ancaman kekeringan di Indonesia diprediksi berakhir seiring masuknya musim hujan mulai Oktober - Desember 2026, meskipun fenomena El Nino di Samudra Pasifik diproyeksikan bertahan hingga kuartal I 2027.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa masyarakat perlu membedakan antara keberlangsungan fenomena El Nino di tingkat global dengan dampaknya terhadap kondisi iklim di Tanah Air. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Terkonfirmasi, Jenderal LSP...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.