Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Normalisasi Kali Cakung Lama Ditarget Selesai 2028, Diproyeksi Redam Banjir 20 Persen

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 12:15 WIB | Oleh:
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditarget Selesai 2028, Diproyeksi Redam Banjir 20 Persen Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Normalisasi Kali Cakung Lama rampung pada 2028 sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir di Jakarta Utara. Target tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pembangunan prasarana dan sarana Kali Cakung Lama di Jalan Gading Griya Lestari, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Kamis (13/8).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan normalisasi Kali Cakung Lama rampung pada 2028 sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir di Jakarta Utara. Target tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pembangunan prasarana dan sarana Kali Cakung Lama di Jalan Gading Griya Lestari, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Kamis (13/8).

Pramono mengatakan normalisasi Kali Cakung Lama diharapkan mampu memperlancar aliran air hingga menuju muara dan laut. Pembangunan tersebut mencakup wilayah daerah aliran sungai (DAS) Kali Cakung Lama yang berada di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, dan Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading.

"Harapannya di tahun 2028, normalisasi Cakung Lama ini bisa dilakukan dan selesai. Airnya akan bisa terdorong sampai ke muara, sampai ke laut," ujar Pramono.

Pembangunan Kali Cakung Lama menjadi bagian dari JakTirta Project yang dilaksanakan pada 2025–2026. Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sungai, mengurangi risiko luapan ketika curah hujan tinggi, serta mempercepat aliran air menuju wilayah hilir.

Berdasarkan perhitungan Pemprov DKI Jakarta, pembangunan tersebut diproyeksikan dapat mengurangi dampak banjir hingga sekitar 20 persen di wilayah yang berada di sekitar Kali Cakung Lama. Upaya itu diharapkan memperkuat sistem pengendalian banjir sekaligus meningkatkan kemampuan infrastruktur dalam menghadapi curah hujan tinggi.

Pramono menegaskan normalisasi sungai menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir Jakarta. Ia menyebut terdapat tiga sungai yang menjadi fokus normalisasi pada masa kepemimpinannya, yakni Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut.

"Di era saya, saya memang memutuskan bahwa normalisasi itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Ada tiga daerah yang kita lakukan normalisasi, yaitu Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut," ungkapnya.

Pramono juga mengapresiasi kinerja Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang terus mempercepat pekerjaan normalisasi di sejumlah wilayah. Menurutnya, pembangunan dan normalisasi sungai perlu dilakukan secara konsisten untuk memperkuat upaya pengendalian banjir Jakarta.

Saat ini, progres pembangunan Kali Cakung Lama telah mencapai sekitar 25 persen. Pekerjaan tersebut mencakup area sepanjang 2,65 kilometer yang terbagi ke dalam tiga segmen pembangunan.

Segmen pertama memiliki panjang 1.230 meter, mulai dari Jembatan Jalan Gang Masjid hingga perbatasan Perumahan Grand Orchard. Segmen kedua sepanjang 1.040 meter membentang dari Jembatan Jalan Gang Masjid hingga Jembatan Gading Griya Lestari, sedangkan segmen ketiga sepanjang 380 meter berada dari Jembatan Gading Griya Lestari hingga Jalan Bend Batik.

Selain pembangunan fisik, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan proses pembebasan lahan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat. Pemerintah daerah bahkan membuka posko pengaduan di sekitar lokasi proyek untuk menampung dan menangani persoalan warga secara langsung.

Keberadaan posko tersebut juga ditujukan untuk mencegah munculnya praktik perantara dalam proses pembebasan lahan. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat dapat menyampaikan persoalan terkait proyek secara langsung kepada pihak pemerintah yang bertugas di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan pekerjaan normalisasi terus dikebut sesuai target yang telah ditetapkan. Hingga Maret 2027, normalisasi ditargetkan mencapai 2,6 kilometer pada satu sisi sungai atau setara 5,2 kilometer jika dihitung pada kedua sisi.

"Saat ini, pekerjaan yang telah terselesaikan sekitar satu kilometer," kata Ika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka   

Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka  

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.