Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mewaspadai Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mewaspadai Risiko ISPA Selama Musim Kemarau Doc: Antara
Ket. Arsip Foto - Beberapa pengendara motor mengenakan masker ketika melintasi jalan yang diliputi asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/3/2026).

Jakarta - Ahli kesehatan Prof. Dr. R. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc menyampaikan bahwa peningkatan polusi udara selama musim kemarau dapat memicu penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Kalau kaitannya dengan kemarau ya, dari kondisi kering, terus katakanlah dari berbagai sumber ya, ada debu, emisi pembakaran dan sebagainya. Ini yang kemudian memperburuk kualitas udara, kemudian ketika terhirup ada iritasi pada saluran napas," katanya ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Kamis.

Guru besar di Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa kualitas udara yang buruk meningkatkan peluang masuknya virus dan bakteri ke saluran pernafasan.

"Karena itu masuk ke dalam tubuh manusia, tergantung manusianya kan, daya tahan tubuhnya lagi bagus atau tidak gitu. Itu yang kemudian menyebabkan infeksi-infeksi saluran napas ya, yang antara lain adalah ISPA," katanya.

Ia menyampaikan bahwa polusi udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan ISPA.

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan bisa mengandung senyawa seperti karbon monoksida, metana, nitrogen oksida, dan sulfur dioksida, yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan manusia jika terhirup.

"Itu yang kemudian tidak hanya menyebabkan ISPA atau gangguan saluran napas, tapi bisa lebih dalam lagi, ke penyakit berbagai penyakit-penyakit yang kaitannya dengan senyawa kimia tadi," kata Prof. Budi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk mewaspadai masalah kesehatan yang berpeluang muncul selama musim kemarau.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan sebelumnya menyampaikan bahwa tutupan awan yang minim memicu peningkatan suhu udara selama musim kemarau.

Selain dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas seperti sengatan panas, cuaca yang panas bisa memicu kebakaran hutan dan lahan, yang asapnya berpotensi menyebabkan masalah pernapasan.

Guna menekan dampak paparan panas terhadap kesehatan, warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, memakai pelindung seperti topi dan masker saat di luar ruangan, memenuhi kebutuhan cairan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta mengonsumsi makan bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Megapolitan
Terminal Kalideres Buka Pos...
Luar Negeri
Lawan Perang Dagang, PM Kan...
Advertisement
Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.