Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla yang  Belum Padam Tersisa Seluas 96,07 Hektare

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karhutla yang  Belum Padam Tersisa Seluas 96,07 Hektare Doc: Antara
Ket. Warga berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, (9/9/2026).

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sisa luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum berhasil dipadamkan di enam provinsi prioritas kini tersisa seluas 96,07 hektare berkat pengoptimalan operasi pemadaman gabungan di darat dan udara.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan bahwa angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan hari sebelumnya.

"Berdasarkan pemutakhiran data per 28 September 2026, total luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 527,6 hektare, dengan 431,53 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan. Luas lahan yang masih belum padam saat ini tersisa 96,07 hektare," kata dia, dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Karhutla di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta, Selasa.

Berton memaparkan bahwa sisa area kebakaran tersebut mengalami penurunan sebesar 62,29 hektare dibanding data 27 September yang sebelumnya tercatat mencapai 158,36 hektare.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan penurunan titik api terbanyak dicapai di Kalimantan Tengah sebesar 46,70 hektare, disusul Kalimantan Selatan 17,74 hektare, Jambi 1,50 hektare, dan Kalimantan Barat 1 hektare.

Sebaliknya, peningkatan luasan belum padam terpantau di Sumatera Selatan sebesar 4,15 hektare dan Riau 0,5 hektare.

Adapun capaian pemadaman seluas 431,53 hektare tersebut disokong oleh operasi darat yang memadamkan 369,03 hektare dan operasi udara seluas 62,5 hektare.

Berton menjelaskan bahwa untuk operasi darat, sebanyak 59.035 personel Satgas disiagakan di enam provinsi prioritas, meliputi Riau (14.837 personel), Kalimantan Barat (14.575 personel), Sumatera Selatan (11.026 personel), Kalimantan Selatan (7.927 personel), Jambi (5.984 personel), dan Kalimantan Tengah (4.686 personel).

Selain mengerahkan pompa pemadam, tangki portabel, dan injeksi air ke dalam lapisan gambut, BNPB memperkuat pengerahan armada udara sebanyak 56 unit, terdiri dari 43 unit *water bombing* serta 13 unit patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Dia juga memastikan meskipun menghadapi kendala tebalnya kabut asap, perubahan arah angin, dan keterbatasan sumber air di area gambut, BNPB bersama TNI, Polri, BMKG, dan pemerintah daerah terus memaksimalkan pembasahan darat serta penyemaian awan guna meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
UEA Tuntut Selat Hormuz Tid...
Advertisement
Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.