Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tercatat 85 Kejadian Kebakaran Saat Musim Kemarau di Wilayah Madiun

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tercatat 85 Kejadian Kebakaran Saat Musim Kemarau di Wilayah Madiun Doc: Antara
Ket. Petugas Satpol PP dan Damkar Kota Madiun berusaha memadamkan kebakaran lahan saat musim kemarau di area tanggul sungai yang dekat dengan permukiman warga.

Madiun - Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Madiun, Jawa Timur mencatat sebanyak 85 kejadian kebakaran di wilayah setempat yang ditangani selama musim kemarau tahun 2026.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Hengky Wahyu Setyo Wibowo di Madiun, Selasa, mengatakan kejadian tersebut terdiri atas kebakaran lahan 47 kasus, instalasi listrik 14 kasus, bangunan 11 kasus, kendaraan dua kasus, serta 11 kasus lainnya.

"Musim kemarau yang kering, menyebabkan kebakaran rawan terjadi. Warga diminta jangan membakar sampah sembarangan, terutama di area terbuka atau dekat bahan yang mudah terbakar sehingga api menyebar," ujarnya.

Hengky mengatakan, guna menekan kejadian kebakaran, upaya pencegahan terus dilakukan jajarannya melalui sosialisasi di media sosial, serta kepada masyarakat melalui kecamatan dan kelurahan.

"Untuk mendukung upaya imbauan yang disampaikan melalui media sosial, informasi sosialisasi juga kami sampaikan ke kecamatan dan kelurahan," katanya.

Masyarakat diimbau tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kondisi lahan yang kering dan angin kencang dapat membuat api cepat merambat.

"Pembakaran lahan juga perlu dihindari karena api sangat cepat merambat saat kondisi kering," kata Hengky.

Selain sumber api terbuka, warga diminta memperhatikan keamanan instalasi listrik. Penggunaan steker berlebihan, kabel rusak atau rapuh, hingga kabel yang tidak tertata dapat memicu korsleting.

Selain itu, kompor, lilin, dan obat nyamuk bakar juga tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan. Orang tua, tambah dia, juga diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain korek api, lilin maupun petasan. Aktivitas pembakaran atau membuat api unggun di tempat terbuka sebaiknya juga dihindari.

Masyarakat diharapkan memiliki sikap waspada, lebih sigap, dan cermat dalam mencegah dan menangani bencana kebakaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.