Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Kasus Influenza A
📅 Senin, 05 Okt 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBANTUL — Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), belum menemukan kasus influenza A di wilayahnya. Pemantauan dilakukan di tengah meningkatnya laporan penyakit tersebut di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan hasil pemeriksaan yang mengonfirmasi adanya pasien positif influenza A di Bantul.
"Sampai saat ini belum ada laporan hasil konfirmasi positif influenza A," katanya.
Agus mengatakan peningkatan kasus influenza A secara nasional belum dapat dikaitkan secara langsung dengan kondisi kemarau panjang yang terjadi di DIY, termasuk Bantul. Menurutnya, karakter virus yang terus mengalami mutasi lebih berpengaruh terhadap pola penyebarannya.
"Sepertinya nggak ada (hubungannya), karena sifat virus yang sering bermutasi, sehingga saat ini mungkin strain yang lebih mudah menular," ujarnya.
Ia menjelaskan influenza A merupakan salah satu tipe virus influenza yang kerap menyebabkan wabah maupun penyakit musiman pada manusia. Gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik.
"Dibandingkan jenis flu biasa (common cold) atau influenza tipe C, influenza A memiliki karakteristik gejala yang muncul secara mendadak dan berpotensi memicu komplikasi jika tidak ditangani dengan baik," katanya.
Menurut Agus, masa inkubasi influenza A umumnya berlangsung satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus. Setelah itu, gejala dapat muncul dan berkembang cukup cepat.
"Demam tinggi mendadak sering kali di atas 38°C dan menggigil, nyeri otot, sendi, dan pegal-pegal berat di seluruh tubuh," ujarnya.
Selain demam dan nyeri tubuh, gejala lain yang dapat muncul berupa batuk kering parah, sakit kepala, kelelahan ekstrem, sakit tenggorokan, serta hidung tersumbat. Pada kelompok anak-anak, gejala juga dapat disertai gangguan pencernaan.
"Pada anak-anak kadang disertai mual, muntah, atau diare," katanya.
Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat dianjurkan melakukan sejumlah langkah pencegahan. Agus menyebut vaksinasi influenza secara rutin, menjaga kebersihan tangan, serta menggunakan masker di tempat ramai atau ketika kondisi tubuh sedang kurang sehat sebagai beberapa upaya yang dapat dilakukan.
"Menerapkan PHBS seperti tidur cukup, konsumsi makanan bergizi, dan olahraga teratur untuk menjaga daya tahan tubuh," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!