Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penantian Lima Tahun Warga Terdampak YIA Berujung Kepastian Ganti Rugi

📅 Senin, 05 Okt 2026, 18:45 WIB | Oleh:
Penantian Lima Tahun Warga Terdampak YIA Berujung Kepastian Ganti Rugi
Ket. Wakil Bupati Kulon Progo sekaligus Ketua Tim Pengadaan, Ambar Purwoko beserta jajaran.

KULON PROGO — Kepastian penyelesaian lahan pengganti bagi warga terdampak pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan percepatan verifikasi faktual tanah pengganti di Aula Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Senin (5/10).

Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses penyelesaian persoalan administrasi yang telah dinantikan warga sejak 2021. Verifikasi dilakukan dengan mencocokkan data administrasi, dokumen yuridis, dan kondisi fisik tanah sebelum proses pencairan Uang Ganti Rugi (UGR).

Wakil Bupati Kulon Progo sekaligus Ketua Tim Pengadaan, Ambar Purwoko, hadir bersama Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono dan sejumlah perangkat daerah terkait. Pemerintah daerah memastikan proses tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum atas hak warga.

Sugiatmi, warga Galur, menjadi salah satu pemilik lahan yang mengikuti proses tersebut. Ia bersama kakak dan adiknya mengelola tanah warisan orang tua seluas 600 meter persegi yang proses penyelesaiannya telah berlangsung sejak masa pandemi Covid-19.

Ia mengaku lega setelah proses verifikasi kembali berjalan. Sebelumnya, kelengkapan administrasi dan pengukuran lahan telah dilakukan dan kini dicocokkan dengan ketentuan yang berlaku.

"Alhamdulillah, sudah lega, cememplong karena sudah berlanjut lagi dan ada proses setelah menunggu hampir 5 tahun. Kemarin administrasi dan pengukuran sudah lengkap serta diverifikasi semua mengikuti peraturan baru. Semoga bisa lebih cepat penawaran harga dan pencairannya, maka lebih baik," ungkap Sugiatmi.

Ambar mengatakan pemerintah bersama perangkat daerah terkait berupaya menyelesaikan persoalan agraria yang berkaitan dengan Tanah Kas Desa (TKD) Palihan. Menurutnya, pertemuan langsung dengan warga diperlukan agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun dapat segera diurai.

"Kami hadir bersama jajaran dan Perangkat Daerah terkait ingin menyelesaikan masalah yang bertahun-tahun belum selesai. Mohon disampaikan dengan baik, mudah-mudahan pertemuan ini memberikan pencerahan dan memberikan senyum bahagia," ujar Ambar.

Menurut Ambar, verifikasi secara langsung juga penting untuk memastikan legalitas pihak yang berhak menerima ganti rugi. Data pemilik tanah dicocokkan dengan dokumen kepemilikan sebelum tahapan berikutnya dilaksanakan.

"Fokus kami adalah bertemu langsung dengan para pemilik tanah. Hal ini untuk memastikan bahwa pihak penjual atau calon yang bersangkutan benar-benar sesuai dengan nama yang tertera pada sertifikat tanah. Ini merupakan langkah penting untuk menjamin legalitas," tambah Ambar.

Ia juga meminta warga yang lahannya batal digunakan akibat adanya jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tidak berkecil hati. Lahan tersebut masih dapat dimanfaatkan karena tetap berada dalam penguasaan pemiliknya.

Sementara itu, Lurah Palihan, Khalisa Paraharyana, mengatakan terdapat 80 bidang tanah warga yang masih menjalani proses penyelesaian. Tahapan selanjutnya akan diarahkan menuju kesepakatan harga sebelum pelepasan hak dan pembayaran dilakukan.

"Saat ini total ada 80 bidang tanah warga yang sedang kami proses untuk menuju tahapan kesepakatan harga. Kami akan menjadwalkan satu per satu dengan kuota 10 sampai 20 orang per hari untuk pelepasan hak bersama pembayarannya. Karena ini pengadaan tanah secara langsung maka ada proses tawar-menawar harga, jadi besok dalam undangan mohon membawa sertifikat aslinya sebagai bukti hak milik agar transaksi lancar," jelas Khalisa.

Khalisa meminta warga mengikuti jadwal yang ditetapkan serta memastikan seluruh dokumen yang dibutuhkan telah lengkap. Sertifikat asli menjadi salah satu dokumen yang harus dibawa dalam proses tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mesir Siap Turun Tangan Ban...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.