Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antrean IPO Mengular, Tujuh Perusahaan Bidik Pasar Modal

📅 Senin, 05 Okt 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antrean IPO Mengular, Tujuh Perusahaan Bidik Pasar Modal Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi-Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta.

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat tujuh perusahaan berada dalam pipeline (antrean)melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia hingga periode 2 Oktober 2026.

"Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Senin (5/10).

Dari tujuh perusahaan dalam antrean IPO, Saidu mengungkapkan sebanyak dua perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar, tiga perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, serta dua perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Adapun, klasifikasi skala aset perusahaan tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Dari sisi sektor tujuh perusahaan dalam antrean IPO, Saidu merincikan sebanyak empat perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan sektor energi, dan satu perusahaan sektor industri.

Sepanjang tahun hingga 2 Oktober 2026, BEI melaporkan telah terdapat tujuh perusahaan yang melangsungkan IPO dengan dana dihimpun total senilai Rp2,16 triliun.

Dengan demikian, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 963 perusahaan, dan BEI menargetkan terdapat sebanyak 1.100 perusahaan tercatat pada tahun 2030 mendatang.

Sementara itu, BEI mencatat penerbitan sebanyak 135 emisi dari 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp132,98 triliun hingga 2 Oktober 2026.

Sampai periode tersebut, Saidu mengungkapkan terdapat 24 emisi dari 17 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline (antrean) untuk menerbitkan emisi EBUS, yang terdiri dari berbagai sektor.

Sementara itu, untuk aksi rights issue (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD), terdapat 15 perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp16,23 triliun sampai 2 Oktober 2026.

Dalam antrean right issue, terdapat satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue, yang terdiri dari sektor properti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
HP Luncurkan Laptop OmniBook 5
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.