Infrastruktur Digital Jadi Fondasi Penguat Daya Saing Daerah di Indonesia
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 11:45 WIB | Oleh: Haryo BronoPada saat yang sama, perekonomian Sulawesi Selatan juga mencatat pertumbuhan sebesar 6,9 persen pada triwulan I 2026. Sektor informasi dan komunikasi terus menunjukkan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Perkembangan itu menunjukkan bahwa setelah infrastruktur konektivitas tersedia, penguatan tata kelola digital dapat menjadi faktor penting dalam mendorong daya saing digital daerah.
Kalimantan Timur Konsisten Naik
Kalimantan Timur juga mencatatkan peningkatan dalam EV-DCI 2026. Provinsi tersebut naik dua peringkat ke posisi keenam nasional dengan skor 52,4. Provinsi ini menjadi satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang berada di enam besar peringkat EV-DCI 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu faktor yang mendukung perluasan akses digital di wilayah tersebut adalah program Internet Desa Gratis yang digagas pemerintah provinsi. Hingga akhir 2025, program tersebut telah menjangkau 802 dari 841 desa di Kalimantan Timur.
Perluasan akses internet memberikan peluang bagi masyarakat di tingkat desa untuk memanfaatkan layanan publik digital, pendidikan, hingga pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Perkembangan konektivitas tersebut juga berjalan bersamaan dengan pertumbuhan UMKM dan kredit perbankan yang meningkat 17,4 persen secara tahunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jawa Timur dan Jawa Tengah Menguat
Di Pulau Jawa, Jawa Timur naik ke peringkat ketiga nasional dengan skor EV-DCI sebesar 58,0. Peningkatan daya saing digital di provinsi tersebut didukung oleh kualitas infrastruktur digital yang semakin baik, pengembangan BTS 4G, serta integrasi layanan publik berbasis digital. Sementara itu, Jawa Tengah naik ke peringkat kedelapan nasional dengan skor 51,7.
Perluasan akses internet gratis menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat fondasi digital di provinsi tersebut. Program tersebut telah diperluas ke 327 desa, termasuk wilayah yang sebelumnya mengalami blank spot dan daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem.
Penguatan infrastruktur dan digitalisasi pemerintahan juga berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi. Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen secara tahunan. Realisasi investasi meningkat 28,9 persen, sementara seluruh 35 kabupaten/kota di provinsi tersebut mencatatkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di atas 90 persen.
Infrastruktur Perlu Diikuti Pemanfaatan
Gambaran dari sejumlah provinsi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital merupakan fondasi penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan daya saing digital.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!