Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tol Probolinggo-Banyuwangi akan Jadi Landasan Darurat Rafale Jika Pangkalan TNI AU Dibombardir Musuh

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 15:43 WIB | Oleh:

TNI AU masih harus memastikan kelayakan teknis, keselamatan, keamanan, serta berbagai aspek operasional lainnya sebelum keputusan lebih lanjut diambil.

Ancaman kawasan ikut berubah

Langkah tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari perubahan lingkungan strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Persaingan kekuatan besar semakin terasa di Asia-Pasifik. Laut China Selatan masih menjadi salah satu titik panas geopolitik, sementara dinamika di sekitar kawasan Natuna dan jalur perdagangan regional membuat negara-negara Asia Tenggara semakin memperhatikan kemampuan pertahanan dan ketahanan infrastrukturnya.

Sejumlah negara di kawasan juga tengah meningkatkan belanja pertahanan dan memperkuat armada udaranya.

Situasi tersebut membuat Indonesia menghadapi kebutuhan untuk menjaga keseimbangan: memperkuat kemampuan pertahanan tanpa kehilangan posisi sebagai negara yang mengedepankan stabilitas kawasan.

Presiden Prabowo sendiri pernah menegaskan bahwa penambahan alutsista merupakan bagian dari upaya membangun daya tangkal Indonesia. Dalam pernyataannya saat menerima alutsista baru pada Mei 2026, Prabowo menyebut kondisi geopolitik dunia penuh ketidakpastian dan menegaskan pentingnya membangun kekuatan pertahanan untuk menjaga wilayah Indonesia. 

Dengan perspektif tersebut, penggunaan jalan tol sebagai landasan alternatif bukan semata-mata soal pesawat bisa mendarat di jalan raya.

Lebih jauh, ini menggambarkan bagaimana postur pertahanan harus disiapkan agar tidak hanya bergantung pada satu jenis infrastruktur.

Ketika armada udara Indonesia semakin modern dan jumlahnya bertambah, kebutuhan untuk memiliki sistem pendukung yang lebih tangguh juga ikut meningkat.

Dan jika kajian TNI AU nantinya menyatakan Tol Probolinggo-Banyuwangi memenuhi seluruh persyaratan, ruas jalan yang selama ini menjadi jalur penghubung antarkota itu bisa mendapatkan fungsi strategis tambahan.

Bukan sebagai pengganti pangkalan udara.

Melainkan sebagai lapisan cadangan ketika fasilitas utama tidak dapat digunakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.