Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tol Probolinggo-Banyuwangi akan Jadi Landasan Darurat Rafale Jika Pangkalan TNI AU Dibombardir Musuh

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 15:43 WIB | Oleh:

Indonesia juga telah menandatangani kontrak dengan Turki untuk pengadaan 48 pesawat tempur KAAN. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari kerja sama pertahanan yang juga diarahkan pada pengembangan kapasitas industri pertahanan dalam negeri. 

Sementara itu, program KF-21 Boramae bersama Korea Selatan juga masih menjadi bagian dari pembahasan dan perkembangan modernisasi kekuatan udara Indonesia. Sebelumnya, Indonesia bahkan terlibat dalam program pengembangan KF-21 dan pilot uji TNI AU pernah menerbangkan prototipe pesawat tersebut dalam kegiatan pengujian di Korea Selatan. 

Dengan demikian, secara perlahan TNI AU sedang membangun kombinasi kekuatan udara yang lebih beragam, mulai dari Rafale hingga platform tempur masa depan seperti KAAN dan KF-21.

Namun, semakin modern sebuah armada, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan infrastruktur pendukungnya mampu bertahan dalam berbagai skenario.

Di sinilah konsep landasan alternatif menjadi relevan.

Ketika pangkalan utama tidak bisa digunakan

Dalam skenario ekstrem, sebuah pangkalan udara bisa saja mengalami gangguan sehingga tidak dapat digunakan. Dalam kondisi seperti itu, keberadaan lokasi alternatif dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasi.

Jalan tol yang memenuhi persyaratan kemudian dapat berfungsi sebagai salah satu opsi.

Konsep semacam ini sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi TNI AU.

Pada Februari 2026, pesawat tempur F-16 TNI AU melakukan uji coba pendaratan di ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung atau Tol Terpeka di Lampung.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa infrastruktur sipil tertentu dapat memiliki fungsi tambahan dalam skenario pertahanan, selama memenuhi persyaratan yang diperlukan.

Untuk Jawa Timur, bagaimanapun, tahapnya masih berupa kajian.

Tol Probolinggo-Banyuwangi belum ditetapkan sebagai landasan pesawat TNI AU.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.