PDC Sulap Pabrik Tempe Pesantren di Indramayu, Produksi Naik 3 Kali Lipat
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 22:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
INDRAMAYU- Transformasi besar terjadi di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath'fal, Desa Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Indramayu. Jika dulu pabrik tempe milik pesantren hanya berlantai tanah, tidak higienis, dan peralatan seadanya, kini telah menjadi rumah produksi modern yang higienis.
Perubahan itu terjadi berkat program Tempesantren dari PT Patra Drilling Contractor (PDC) melalui skema Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). PDC melakukan revitalisasi total rumah produksi dengan total bantuan Rp240 juta.
Dulu, produksi tempe yang dihasilkan hanya 30 kg sehari. Setelah sembilan tahun bertahan dengan kondisi memprihatinkan, kini kapasitasnya melonjak menjadi 100 kg per hari.
Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath'fal, KH. Amin Royani, bersyukur bantuan tersebut datang di waktu yang tepat.
"Harapannya, kerja sama ini bisa terus dilanjutkan, jangan diputus. Kami sudah cukup lama bekerja sama. Dulu pernah diberikan laptop, kemudian kemarin diberikan modal, dan ini yang ketiga kalinya dengan modal yang lebih besar lagi," ungkap Amin saat ditemui di kawasan Tempesantren, Indramayu, Kamis (24/9).
Revitalisasi yang dilakukan PDC sejak 8 Juli 2025 itu tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga melengkapi berbagai sarana dan prasarana produksi. Mulai dari bak perendam kacang kedelai, panci pengukus, mesin mixer, mesin spinner untuk mengeringkan kedelai, hingga plastik kemasan serta pembuatan sertifikasi halal.
Selain infrastruktur, PDC juga memberikan pelatihan teknis produksi tempe higienis dan manajemen usaha agar produk mampu menembus pasar yang lebih luas.
Hasilnya langsung terasa. Dengan produksi 100 kg per hari, omzet penjualan mencapai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per hari. Laba bersihnya Rp500 ribu per hari atau sekitar Rp15 juta per bulan.
"Rp500 per hari untung bersih," kata Amin.
Pabrik tersebut kini memasok tempe ke tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan warung-warung sekitar pesantren. Keuntungannya digunakan untuk menggaji pengajar, karena pesantren ini menggratiskan pendidikan dan asrama bagi 70 santri laki-laki dan perempuan.
Lima santri juga dipekerjakan dengan upah Rp25 ribu per jam. Salah satunya Zainul Masrobi, mantan santri yang kini kuliah sambil tetap mengabdi.
"Alhamdulillah dengan produksi tempe sampai 100 kg ini bisa bantu biaya kuliah," kata Zainul, yang terlihat sedang mengaduk kacang kedelai untuk diolah menjadi tempe.
Beri pendampingan
Direktur Utama PT Patra Drilling Contractor, Hery Lesmana, mengaku senang mendengar banyak manfaat dari program Tempesantren. Ia menyebut pemberian bantuan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang disesuaikan dengan lini bisnis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!