Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vaksin Indonesia Tembus Afrika! Ekspor Perdana 8,4 Juta Dosis ke 4 Negara

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Vaksin Indonesia Tembus Afrika! Ekspor Perdana 8,4 Juta Dosis ke 4 Negara Doc: istimewa
Ket. Pelepasan ekspor perdana vaksin hewan produksi PT Vaksindo Satwa Nusantara ke Zambia, Uganda, Malawi, dan Republik Demokratik Kongo di Bogor, Kamis (24/9). Ekspor perdana tersebut mencakup 8,475 juta dosis vaksin dengan nilai USD 106.875,80 atau sekitar Rp1,90 miliar

BOGOR– Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong industri kesehatan hewan nasional memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Langkah ini ditandai dengan pelepasan ekspor perdana vaksin hewan produksi PT Vaksindo Satwa Nusantara ke Zambia, Uganda, Malawi, dan Republik Demokratik Kongo di Bogor, Kamis (24/9).

Ekspor perdana tersebut mencakup 8,475 juta dosis vaksin dengan nilai USD 106.875,80 atau sekitar Rp1,90 miliar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan masuknya vaksin produksi Indonesia ke pasar Afrika menunjukkan kemampuan industri nasional memenuhi persyaratan dan standar internasional.

“Ekspor vaksin ini membuktikan bahwa produk Indonesia mampu bersaing dan menembus pasar internasional. Untuk sampai ke sana, produk kita harus memenuhi persyaratan dan standar yang tidak mudah. Karena itu, capaian ini harus terus kita perluas ke semakin banyak negara,” ujar Agung.

Kinerja ekspor obat hewan nasional juga menunjukkan jangkauan pasar yang semakin luas. Berdasarkan data Kementan, nilai ekspor obat hewan Indonesia pada 2025 mencapai USD 438,10 juta. Sementara sepanjang Januari–Juli 2026, nilai ekspor tercatat USD 66,37 juta. Produk obat hewan Indonesia kini telah dipasarkan ke 95 negara di berbagai kawasan dunia.

Agung menegaskan, capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen produk kesehatan hewan bernilai tambah.

“Kita ingin industri vaksin dalam negeri tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga mengambil peran yang semakin besar di pasar global. Pemerintah akan terus mendorong dan membersamai industri agar produk Indonesia semakin luas diterima di mancanegara,” katanya.

Agung menegaskan, hal tersebut sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian, Bapak Andi Amran Sulaiman agar industri nasional terus meningkatkan produktivitas, memperkuat hilirisasi, dan memperluas peran di pasar global.

Presiden Direktur PT Vaksindo Satwa Nusantara sekaligus Head of Animal Health and Livestock Equipment JAPFA, Teguh Yodiantara Prajitno, mengatakan ekspansi ke Afrika merupakan bagian dari komitmen perusahaan memperluas jangkauan produk kesehatan hewan Indonesia.

“Langkah penetrasi ke pasar Afrika ini merupakan komitmen berkelanjutan kami untuk menyediakan solusi pencegahan penyakit unggas yang didukung oleh riset ilmiah, pengalaman panjang, serta standar kualitas yang konsisten di tingkat global,” ujar Teguh.

Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan terus memperkuat dukungan bagi industri obat hewan melalui pemenuhan persyaratan teknis, penguatan regulasi, komunikasi dengan otoritas veteriner negara tujuan, penjaminan mutu, serta pembukaan akses pasar baru.

Agung juga menekankan pentingnya sistem pengujian nasional. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) telah mendapat pengakuan sebagai laboratorium rujukan ASEAN untuk pengujian vaksin hewan.

“Semakin kuat sistem penjaminan mutu kita, semakin besar peluang produk vaksin Indonesia diterima di lebih banyak negara,” ujar Agung.

Menurutnya, pengembangan industri vaksin juga memiliki arti penting bagi ketahanan pangan. Vaksinasi membantu menjaga kesehatan dan produktivitas ternak sehingga produksi pangan asal hewan dapat berlangsung secara konsisten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.