Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Deteksi 2.056 Titik Panas di Sumatera, Sumsel Tertinggi.

📅 Senin, 21 Sep 2026, 12:19 WIB | Oleh:
BMKG Deteksi 2.056 Titik Panas di Sumatera, Sumsel Tertinggi. Doc: Antara Foto
Ket. Kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru yang diduga kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan di Selatan Sumatera.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau mendeteksi adanya peningkatan titik panas menjadi 2.056 titik di Sumatera dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi paling tinggi, yakni mencapai 1.378 titik.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Gita Dewi S mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 07.00 WIB, Senin (21/9). Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Jambi sebanyak 259 titik, Bangka Belitung (246), Lampung (120), dan Riau (22).

"Adapun wilayah Sumatera lainnya yang terpantau memiliki titik panas, yakni Kepulauan Riau tercatat 21 titik, Bengkulu (5), Sumatera Utara (3) dan Sumatera Barat (2)," katanya di Pekanbaru, Senin.

Sementara itu, sebaran titik panas di Riau terdapat di enam wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 8 titik, Kabupaten Indragiri Hilir terpantau 5 titik, Bengkalis (3), Pelalawan (3), Kota Dumai (2) dan Rokan Hulu (1).

Kondisi titik panas tersebut juga disertai dengan jarak pandang yang terbatas di sejumlah wilayah Riau akibat asap. Jarak pandang di Pekanbaru 3,5 kilometer dan Rengat 4 km, masing-masing dengan asap. Sementara Pelalawan dan Tambang memiliki jarak pandang 5 km juga dengan asap.

BMKG sebelumnya mendeteksi pergerakan kabut asap yang memperburuk kualitas udara di Provinsi Riau merupakan kiriman dari dampak kebakaran hutan dan lahan di Selatan Sumatera. Fenomena tersebut terjadi akibat dorongan angin dari arah tenggara dan barat daya.

“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Warjono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.