Memanusiawikan Peliharaan dengan Tambahan Faskes Dilengkapi USG dan Bedah
Kamis, 01 Okt 2026, 01:10 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: beritajakarta
Semakin ke sini peliharaan sudah menjadi teman yang tak terpisahkan dengan manusia. Bagusnya lagi, kini perlakuan terhadap hewan peliharaan juga semakin “manusiawi,” artinya terus membaik.
Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) kini membangun lima unit tambahan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) sejumlah wilayah Jakarta. Lima Puskeswan tambahan yang dibangun tersebut berada di Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Pluit.
Kemudian, Kebun Anggur Pulo Gebang, Training Center Klender, Sentra Flora dan Fauna Semanan. Juga Gedung Kantor Dinas KPKP Provinsi Jakarta. Pembangunan Puskeswan Pluit Jakarta Utara ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Dinas KPKP Jakarta, Hasudungan Sidabalok.
Hasudungan menjelaskan, pembangunan lima Puskeswan tambahan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jakarta memperluas dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan hewan. Saat ini Pemprov baru memiliki dua Puskeswan di Ragunan dan Pondok Ranggon.
Tambahan tersebut karena dari evaluasi kebutuhan pelayanan kesehatan hewan terus meningkat. Sebab kini kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan semakin tinggi. Ini termasuk kebutuhan pelayanan terhadap hewan peliharaan maupun hewan lainnya.
Penambahan diharapkan membentuk jaringan pelayanan kesehatan hewan pemerintah yang lebih luas. Warga bisa punya alternative selain Puskeswan Ragunan atau Pondok Ranggon. Rakyat dapat memperoleh pelayanan kesehatan hewan secara lebih mudah, lebih cepat, dan lebih dekat.
Puskeswan baru akan menyediakan pelayanan mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan hingga tindakan bedah. Fasilitasnya juga didukung sarana diagnostic. Antara lain alat pemeriksaan analisis darah rutin atau hematologi. Ada juga pemeriksaan kimia darah, pemeriksaan urin, ultrasonografi (USG), pemeriksaan feses, serta pemeriksaan parasit.
“Fasilitas tersebut memungkinkan dokter hewan melakukan pemeriksaan secara lebih komprehensif sebelum menentukan diagnosis dan tindakan pengobatan,” ucap Hausudngan dikutip bj.com, Rabu. Dia menyampaikan, secara prinsip, pembangunan Puskeswan baru untuk menghadirkan standar pelayanan kesehatan hewan yang memadai.
Sementara itu, Puskeswan juga akan memperkuat fungsi pemerintah dalam pencegahan, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, serta pengendalian penyakit hewan dan penyakit zoonosis yang dapat menular antara hewan dan manusia. Hasudungan menambahkan, Puskeswan Ragunan ke depan akan bertransformasi menjadi Rumah Sakit Hewan dengan peningkatan fasilitas sebagai unit pelayanan kesehatan hewan rujukan. “Pembangunan lima Puskeswan ditargetkan selesai Desember,” tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!