Schneider Electric Kaji Risiko Arc Flash pada Sistem 800 VDC untuk Data Center AI
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 22:47 WIB | Oleh: Haryo BronoPendekatan ini memungkinkan insinyur mengevaluasi respons sistem terhadap berbagai kondisi, termasuk karakteristik arus gangguan, topologi jaringan, respons konverter, logika switching, serta koordinasi perangkat proteksi.
Dengan pemodelan yang lebih rinci, strategi proteksi dapat dirancang pada tingkat rak maupun fasilitas.
Tanuj Khandelwal, CEO ETAP, mengatakan standar industri tetap menjadi referensi penting dalam pengelolaan keselamatan listrik. Namun, metode konvensional dapat menghasilkan perhitungan yang terlalu konservatif ketika diterapkan pada sistem DC dengan karakteristik kompleks.
“Untuk memahami tingkat risiko yang sebenarnya, para insinyur perlu mengevaluasi topologi sistem, karakteristik gangguan, koordinasi proteksi, respons konverter, logika switching, dan skema proteksi aktif,” ujar Khandelwal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, pemodelan melalui ETAP memungkinkan tim teknis mengevaluasi kinerja sistem 800 VDC berdasarkan kondisi operasional yang lebih realistis.
Desain dan Proteksi Menjadi Faktor Kunci
Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan distribusi DC bertegangan tinggi tidak secara otomatis berarti risiko arc flash menjadi lebih besar. Tingkat risiko sangat dipengaruhi oleh bagaimana sistem tersebut dirancang dan dilindungi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa faktor yang dinilai berpengaruh antara lain penempatan kapasitor, perangkat pencegah arus balik, karakteristik konverter, serta kecepatan sistem proteksi dalam membatasi durasi gangguan.
Perangkat proteksi yang mampu merespons gangguan dalam hitungan milidetik dapat membatasi jumlah energi yang dilepaskan selama arc flash.
Schneider Electric menyebut temuan tersebut dapat menjadi salah satu referensi awal bagi industri yang tengah mempertimbangkan penerapan arsitektur 800 VDC pada data center berkapasitas tinggi.
Analisis arc flash selama ini telah menjadi praktik yang umum pada data center dengan sistem AC. Namun, penerapan 800 VDC melalui konverter menghadirkan karakteristik gangguan yang berbeda dan membutuhkan pendekatan evaluasi yang lebih spesifik.
Studi tersebut pada akhirnya menekankan pentingnya menggabungkan standar keselamatan dengan simulasi berbasis kondisi fisik sistem. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu operator data center menentukan strategi perlindungan yang sesuai sekaligus menghindari perkiraan risiko yang terlalu tinggi.
Schneider Electric juga menyatakan telah melakukan pengujian terhadap kemampuan live swap pada sistem daya 800 VDC untuk mendukung kegiatan pemeliharaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!