Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Selidik Dugaan Kekerasan terhadap Siswa SMPN 18 Malang

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 19:29 WIB | Oleh:
Polisi Selidik Dugaan Kekerasan terhadap Siswa SMPN 18 Malang Doc: Istimewa
Ket. Sejumlah siswa SMP Negeri 18 melakukan aksi memprotes dugaan kekerasan tersebut.

MALANG - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota, Jawa Timur menyelidiki dugaan kasus kekerasan yang dilakukan oleh mantan Kepala SMP Negeri 18 di daerah setempat terhadap pelajar di sekolah itu.

"Kejadian ini masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Kota," kata Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin di mapolresta setempat, Jumat (25/9)/

Dikutip dari Antara, MAH sendiri telah dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah di SMP Negeri 18 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Dia menyatakan penyelidikan tersebut dilakukan lantaran kepolisian setempat telah menerima laporan dari MR yang merupakan ibu dari pelajar di sekolah tersebut sekaligus korban berinisial RAF (15).

Berdasarkan keterangan dari pelapor, dugaan kekerasan tersebut terjadi pada Kamis (24/9) sekitar pukul 07.00 WIB, di area pintu gerbang SMP Negeri 18.

"Korban atau anak pelapor ditampar sebanyak empat kali dan satu kali dipukul menggunakan tangan dengan posisi menggenggam karena korban tidak memakai baju lurik yang sebagaimana diimbau untuk dipakai pada Kamis," ujarnya.

Tindakan MAH diduga telah melanggar Pasal 76 C juncto Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ia menyatakan, sementara ini baru bukti yang telah didapatkan berupa hasil rekaman CCTV saat dugaan kekerasan tersebut berlangsung.

Pihaknya juga masih menunggu terbitnya hasil visum untuk mengetahui kondisi luka yang dialami oleh korban.

Selain itu, pihaknya memastikan tetap membuka ruang pelaporan bagi orang tua pelajar yang anaknya merasa menjadi korban kekerasan oleh MAH.

"Tidak menutup kemungkinan berdasarkan informasi yang beredar kami tetap menerima laporan dari pihak atau korban lain yang merasa dirugikan oleh terlapor," katanya.

Polresta Malang Kota menyampaikan akan segera memanggil MAH untuk dimintai keterangan terkait perkara ini.

Dugaan kekerasan yang dilakukan oleh MAH kepada murid SMP Negeri 18 termuat melalui rekaman video amatir dan viral di sosial media Instagram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Jakarta Kenalkan Destinasi ...
Megapolitan
Warga Jakarta dan Sekitarny...

Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Nunjem

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Harga Tandan Buah Segar Kel...

Dunia Pendidikan Dibuat Susah Kabut Asap

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dunia Pendidikan Dibuat Sus...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.