Wagub Rano Karno Tinjau SWRO Pulau Untung Jawa, Air Bersih Jadi Perhatian
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 15:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan pos pengolahan sampah di RW 03, Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jumat (25/9). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi layanan dasar warga sekaligus pengelolaan lingkungan di wilayah kepulauan.
Rano mengatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk mengevaluasi fasilitas yang sudah tersedia sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang masih perlu diperbaiki. Menurutnya, pembangunan di wilayah kepulauan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah dan masyarakat agar berbagai program dapat berjalan secara optimal.
"Saya bersyukur bisa meninjau fasilitas yang ada, baik di Pulau Tidung maupun di Pulau Untung Jawa, untuk melihat sarana yang kita miliki dan aspek apa saja yang perlu dievaluasi. Pembangunan tidak akan dapat berjalan optimal tanpa adanya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat di kedua pulau tersebut," ujar Rano.
Pulau Untung Jawa saat ini dihuni sekitar 2.647 jiwa dengan kebutuhan air bersih yang dipenuhi melalui sejumlah sumber, mulai dari instalasi SWRO, Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO), hingga air tanah. Fasilitas SWRO yang tersedia memiliki kapasitas pengolahan air laut sebesar 2,5 liter per detik atau sekitar 216 meter kubik per hari.
Air hasil pengolahan tersebut kemudian disalurkan melalui reservoir dan jaringan perpipaan kepada warga. Namun, Rano menilai kapasitas layanan perlu terus disesuaikan dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan konsumsi air bersih di Pulau Untung Jawa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Setelah ini, kami akan menggelar rapat terbatas untuk membahas masalah ketersediaan air bersih di Pulau Untung Jawa yang masih menjadi kendala. Fasilitas yang ada perlu ditingkatkan kapasitasnya karena seiring bertambahnya populasi warga, kebutuhan konsumsi air pun kian meningkat," tuturnya.
Saat ini sekitar 170 rumah di Pulau Untung Jawa telah tercatat sebagai pelanggan PAM JAYA, sedangkan sekitar 310 rumah lainnya masih menunggu penyambungan jaringan perpipaan. Cakupan layanan perpipaan di pulau tersebut masih berada di kisaran 35 persen dan ditargetkan dapat mencapai 100 persen pada 2029.
Rano menyebut peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menginventarisasi berbagai persoalan dasar yang dihadapi masyarakat kepulauan. Evaluasi dilakukan dengan memprioritaskan pulau-pulau yang memiliki jumlah penduduk cukup padat, termasuk kebutuhan penguatan sumber air baku dari laut.
"Kunjungan lapangan hari ini merupakan bagian dari upaya belanja masalah untuk menginventarisasi kebutuhan mendasar kepulauan, dimulai dari pulau-pulau yang memiliki jumlah penduduk paling padat. Kita memiliki rencana strategis ke depan untuk memperbesar kapasitas sumber air baku yang bersumber dari laut," jelas Rano.
Pemprov DKI juga mendorong masyarakat untuk secara bertahap beralih dari penggunaan air tanah ke jaringan perpipaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya dukung lingkungan di kawasan pulau yang memiliki keterbatasan sumber daya air.
Selain air bersih, pemerintah turut mengevaluasi sejumlah layanan dasar lainnya di Pulau Untung Jawa, termasuk pasokan listrik dan keandalan jaringan internet nirkabel. Berbagai kebutuhan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pembangunan agar pelayanan publik di wilayah kepulauan dapat berjalan lebih optimal.
"Pemenuhan pasokan listrik dan keandalan jaringan internet nirkabel juga menjadi perhatian penting yang kami temukan di lapangan. Seluruh persoalan dan temuan ini nantinya akan kita bahas bersama guna merumuskan langkah evaluasi serta solusi kebijakan yang tepat," tandas Rano.
Dalam kunjungan yang sama, Rano turut meninjau pos pengolahan sampah di RW 03 dan melihat langsung pemanfaatan botol plastik menjadi produk daur ulang serta berbagai kerajinan warga. Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan pegiat lingkungan dalam menjaga kebersihan kawasan sekaligus mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!