Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Imlek 2026, KKP Optimistis Ekspor Perikanan ke Taiwan dan Korsel Melonjak

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jelang Imlek 2026, KKP Optimistis Ekspor Perikanan ke Taiwan dan Korsel Melonjak Doc: istimewa
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan memprediksi ekspor perikanan ke Taiwan dan Korea Selatan meningkat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026

JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan memprediksi ekspor perikanan ke Taiwan dan Korea Selatan meningkat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Optimisme ini menyusul terbitnya 33 approval number baru dari otoritas kompeten Korea Selatan dan Taiwan, sehingga jumlah perusahaan yang dapat melakukan ekspor perikanan ke dua negara itu semakin banyak. 

"Setelah melalui serangkaian komunikasi antar otoritas kompeten dan juga joint pre-border inspection, maka beberapa waktu lalu kami menerima notifikasi resmi dari otoritas Taiwan dan Korea Selatan tentang persetujuan mendapatkan approval number bagi 33 UPI baru yang kami ajukan,” tutur Ishartini Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Selasa (27/1).

Ishartini optimis penambahan approval number akan mendongkrak kinerja ekspor, khususnya untuk memenuhi permintaan ikan pada Hari Raya Imlek 2026. Total UPI yang mendapat approval number dari otoritas Korea Selatan kini mencapai 710 perusahaan, sedangkan dari otoritas Taiwain sebanyak 711 UPI.

Mengenai 33 perusahaan yang mendapat approval number, 15 diantaranya dapat melakukan ekspor ke Korea Selatan. Diantaranya adalah PT. BELAWAN SAMUDERA ABADI; PT. MUARA LAUT SEJAHTERA; PT SAMUDRA SINAR HARAPAN; PT KIU KIU FISHERY; PT. DJAKARTA MINA PERSADA. Sedangkan 18 UPI yang dapat melakukan ekspor ke Taiwan diantaranya PT SAMUDRA SINAR HARAPAN; PT MUARA LAUT SEJAHTERA; PT BAHARI ASNIMINDO SEAFOOD; PT KIU KIU FISHERY; PT HASIL SAMUDERA MELIMPAH. 

Ishartini menambahkan, ekspor ikan ke Korea Selatan dan Taiwan kian menggeliat. Tahun 2025 volume ekspor mencapai 26.107 ton ke Korea Selatan dan 57.308 ton ke Taiwan dengan perkiraan nilainya adalah USD 87.306.537 (atau sekitar Rp 1,37 triliun) dan USD 106.353.188 (atau sekitar Rp 1,78 triliun). 

“Adapun komoditas unggulan diantaranya Shrimp Cracker Pellets, Dried Eucheuma Cottonii Seaweed, Dried Eucheuma Cottonii, Frozen Itoyori Surimi, Frozen Argentina Red Shrimp untuk Korea Selatan dan Live Babylon Shell, Live Nylon Shell, Frozen Squid, Frozen Tilapia Belly Meat, Live Hard Clam untuk Taiwan,” rinci Ishartini.

Approval number yang diterbitkan oleh otoritas kompeten negara atau wilayah tujuan ekspor diperoleh setelah melalui rangkaian proses inspeksi terhadap penerapan standar sanitasi, higiene serta prinsip - prinsip keamanan pangan. Selain itu, pengajuan approval number juga hanya bisa dilakukan oleh competent authority yang diakui negara pengimpor.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa KKP senantiasa mendorong adanya keberterimaan terhadap diversifikasi tujuan ekspor dan jenis komoditas melalui penerapan quality assurance yang robust (ketat) dan konsisten mulai hulu - hilir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Peternak Ayam dan Telur Had...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.