Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aktivitas Tektonik di Barat Sumatra Akan Lahirkan Lempeng Baru

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 06:07 WIB | Oleh:

Di sebelah barat Sumatra, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah zona Sunda. Interaksi tersebut menghasilkan salah satu sistem subduksi paling aktif di dunia dan menjadi sumber gempa besar, termasuk gempa dan tsunami Samudra Hindia 2004.

Namun, gempa 2012 menunjukkan bahwa bahaya seismik tidak selalu berada tepat pada batas lempeng. Kerak samudra di sekitar Indonesia juga dapat mengalami deformasi di bagian internalnya.

Penelitian terhadap kawasan Northern Wharton Basin menunjukkan bahwa gempa-gempa besar sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah tersebut. Sejumlah struktur geologi lama yang berada di dasar samudra dapat kembali aktif akibat perubahan tegangan regional.

Tidak Berarti Indonesia Akan Terbelah

Munculnya istilah “lempeng baru” juga tidak berarti Indonesia akan terbelah atau wilayah Sumatra akan terpisah dari Asia dalam waktu dekat. Perubahan yang dibahas para ahli terjadi terutama pada skala geologi dan berkaitan dengan pembagian sistem Lempeng Indo-Australia di dasar Samudra Hindia.

Dalam skala kehidupan manusia, posisi benua dan lempeng tersebut tampak hampir tidak berubah. Lempeng tektonik memang bergerak setiap tahun, tetapi kecepatannya umumnya hanya beberapa sentimeter per tahun. Dampak kumulatifnya baru menjadi sangat besar setelah berlangsung selama jutaan tahun.

Karena itu, pembentukan batas lempeng baru bukanlah peristiwa yang perlu dipandang sebagai ancaman langsung bagi kehidupan manusia saat ini. Yang lebih relevan bagi Indonesia adalah kenyataan bahwa proses deformasi tersebut dapat menghasilkan gempa bumi.

Gambaran tentang “sabuk tektonik baru” di Samudra Hindia sebaiknya tidak dipahami sebagai sebuah garis batas lempeng yang sudah terbentuk sempurna. Lebih tepat jika kawasan tersebut dipandang sebagai zona deformasi yang secara perlahan dapat berkembang menjadi batas lempeng yang lebih jelas.

Bukti paling kuat datang dari aktivitas sesar dan gempa intralempeng yang menunjukkan bahwa bagian-bagian Lempeng Indo-Australia mengalami pergerakan yang tidak sepenuhnya seragam. Studi-studi geofisika menggambarkan kawasan ini sebagai batas difus antara bagian India dan Australia, bukan sebagai batas tunggal yang sudah mapan. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Olahraga
US Open 2026: Aldila Sutjia...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp78.100/...
Daerah
Keracunan 448 Bukan Angka K...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.