Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aktivitas Tektonik di Barat Sumatra Akan Lahirkan Lempeng Baru

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 06:07 WIB | Oleh:

Penelitian mengenai gempa-gempa di kawasan tersebut menunjukkan bahwa beberapa struktur lama dapat kembali aktif ketika mendapatkan tekanan baru. Dengan kata lain, kerak samudra tidak selalu pecah melalui garis baru yang sama sekali belum pernah ada. Sesar atau zona rekahan yang sudah terbentuk sejak masa lalu dapat diaktifkan kembali ketika kondisi tegangan berubah.

Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu wilayah intralempeng yang aktif secara seismik di Samudra Hindia. Sejumlah penelitian menggambarkan batas Indo-Australia di kawasan tersebut sebagai diffuse plate boundary, atau batas lempeng yang tidak berbentuk satu garis tajam.

Deformasi tersebar pada wilayah yang luas dan berlangsung melalui banyak sesar. Kondisi seperti ini berbeda dengan gambaran sederhana tentang batas lempeng berupa satu garis yang memisahkan dua lempeng.

Mengapa Lempeng Indo-Australia Bisa Retak?

Jawabannya berkaitan dengan gerakan lempeng yang sangat kompleks. Lempeng Indo-Australia mencakup wilayah yang sangat luas, termasuk Australia, sebagian besar Samudra Hindia dan wilayah India. Dalam model tektonik modern, bagian India dan Australia tidak sepenuhnya bergerak dengan cara yang identik.

Di sebelah utara, India bergerak menuju Eurasia dan bertumbukan dengan Asia. Tumbukan tersebut menghasilkan sistem pegunungan Himalaya sekaligus memberikan tekanan terhadap bagian Lempeng Indo-Australia.

Di sisi lain, bagian timur lempeng bergerak menuju zona subduksi di sekitar Sumatra dan Jawa. Perbedaan gaya dan arah gerakan tersebut membuat tekanan di dalam lempeng terakumulasi.

Studi Nature menyimpulkan bahwa deformasi internal Lempeng Indo-Australia dipengaruhi oleh kombinasi tekanan akibat tumbukan India-Eurasia dan gaya ekstensi yang berkaitan dengan penunjaman lempeng ke bawah Sumatra.

Dalam jangka pendek, tegangan tersebut dapat dilepaskan melalui gempa bumi. Dalam jangka sangat panjang, deformasi yang berulang dapat menyebabkan suatu zona yang awalnya hanya berupa jaringan sesar berkembang menjadi batas lempeng yang lebih jelas.

Bukan Ada Lempeng Baru dalam Waktu Dekat

Istilah “lempeng baru” dapat menimbulkan kesalahpahaman. Tidak ada indikasi bahwa dalam waktu ratusan atau ribuan tahun ke depan akan muncul sebuah lempeng baru yang tiba-tiba terpisah dari Lempeng Indo-Australia.

Proses tektonik yang dimaksud berlangsung dalam skala waktu geologi, yakni jutaan tahun. Para peneliti yang menganalisis gempa 2012 menggambarkan peristiwa tersebut sebagai bagian dari proses yang pada akhirnya dapat menghasilkan batas yang lebih terlokalisasi antara bagian India dan Australia.

Studi Nature menyebut deformasi tersebut berpotensi berkembang menjadi batas antara kedua bagian tersebut dalam jangka panjang. Dengan demikian, istilah “keretakan” lebih tepat dipahami sebagai proses deformasi bertahap daripada sebuah rekahan besar yang sedang membelah dasar laut dalam waktu singkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Olahraga
US Open 2026: Aldila Sutjia...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp78.100/...
Daerah
Keracunan 448 Bukan Angka K...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.