Aktivitas Tektonik di Barat Sumatra Akan Lahirkan Lempeng Baru
📅 Rabu, 05 Agu 2026, 06:07 WIB | Oleh: Haryo BronoTanpa disadari oleh jutaan warga di sepanjang pesisir barat Sumatra, sebuah proses raksasa sedang menggeliat di kedalaman ribuan meter di bawah Samudra Hindia. Kerak Bumi di selatan Indonesia dilaporkan perlahan merekah, membuka tabir fenomena geologi langka: kelahiran sebuah lempeng tektonik baru.
Jauh di bawah permukaan Samudra Hindia, di sebelah barat Sumatra, kerak Bumi sedang mengalami perubahan yang berlangsung sangat lambat. Tidak terlihat dari permukaan, proses tersebut terekam melalui gempa bumi, pola patahan, pergerakan kerak, serta perubahan tegangan yang bekerja di dalam Lempeng Indo-Australia.
Para ahli geofisika telah lama menemukan indikasi bahwa bagian Lempeng Indo-Australia tidak sepenuhnya bergerak sebagai satu blok yang kaku. Di kawasan Samudra Hindia, khususnya Cekungan Wharton di sebelah barat Sumatra, deformasi terjadi di dalam lempeng itu sendiri.
Salah satu petunjuk paling dramatis muncul pada 11 April 2012. Dua gempa besar dengan magnitudo momen sekitar 8,6 dan 8,2 mengguncang dasar Samudra Hindia. Gempa tersebut tidak terjadi tepat pada batas lempeng seperti kebanyakan gempa besar di kawasan Indonesia, melainkan jauh di dalam lempeng samudra.
Studi yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa gempa pertama, yang kemudian dihitung sekitar Mw 8,7, merupakan salah satu gempa sesar mendatar terbesar yang pernah tercatat. Analisis gelombang seismik menunjukkan ruptur yang sangat kompleks dan melibatkan beberapa sesar yang saling berpotongan.
Temuan itu memperkuat dugaan bahwa Lempeng Indo-Australia sedang mengalami deformasi internal dan, dalam skala waktu geologi, dapat terpecah menjadi bagian-bagian yang memiliki batas tektonik sendiri.
Gempa yang Terjadi Bukan di Batas Lempeng
Selama ini, gempa bumi besar sering dikaitkan dengan batas antar-lempeng. Indonesia merupakan contoh yang sangat jelas karena sebagian besar aktivitas gempa besar di Sumatra dan Jawa berkaitan dengan zona subduksi, tempat Lempeng Indo-Australia bergerak menunjam ke bawah lempeng di kawasan Eurasia atau Sunda.
Namun, rangkaian gempa 11 April 2012 berbeda. Episentrum gempa Mw 8,7 berada sekitar 100–200 kilometer di sebelah barat zona subduksi Sumatra. Gempa tersebut terjadi di dalam lempeng samudra, bukan pada bidang kontak utama antara dua lempeng.
Lebih menarik lagi, mekanisme patahannya bukan terutama gerakan naik-turun seperti yang sering ditemukan pada gempa megathrust, melainkan strike-slip, yaitu dua blok kerak bergerak saling bergeser secara horizontal.
Gempa pertama berlangsung melalui rangkaian ruptur pada beberapa sesar. Analisis yang dipublikasikan di Nature menunjukkan sedikitnya empat segmen sesar terlibat dalam proses tersebut. Ruptur berlangsung sekitar 160 detik dan mencapai kedalaman puluhan kilometer hingga ke bagian atas mantel.
Sekitar dua jam kemudian, gempa besar kedua Mw 8,2 terjadi di kawasan yang berdekatan. Rangkaian tersebut memberikan gambaran bahwa kerak di kawasan itu bukanlah blok yang sepenuhnya kaku.
Cekungan Wharton
Lokasi gempa 2012 berada di kawasan Northern Wharton Basin, bagian dari wilayah deformasi yang berkaitan dengan batas difus antara bagian India dan Australia dari sistem Indo-Australia. Cekungan Wharton merupakan bagian dasar Samudra Hindia yang memiliki sejumlah struktur geologi tua, termasuk zona rekahan dan sesar yang terbentuk sejak proses pembentukan kerak samudra.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!