Aktivitas Tektonik di Barat Sumatra Akan Lahirkan Lempeng Baru
📅 Rabu, 05 Agu 2026, 06:07 WIB | Oleh: Haryo BronoMembentuk Batas Baru
Pembentukan batas lempeng merupakan proses yang sangat lambat. Sebuah gempa besar hanya melepaskan sebagian kecil tegangan yang terakumulasi di dalam kerak. Untuk menghasilkan zona deformasi yang kemudian berkembang menjadi batas lempeng, dibutuhkan rangkaian peristiwa tektonik yang berlangsung selama jutaan tahun.
Kajian tentang gempa 2012 bahkan menggambarkan rangkaian sesar tersebut sebagai salah satu gambaran mengenai proses yang dapat bekerja dalam skala waktu geologi. Dengan kata lain, gempa besar yang terjadi hari ini bisa menjadi bagian sangat kecil dari sebuah proses yang hasil akhirnya baru akan terlihat jauh di masa depan.
Perubahan tersebut tidak harus berlangsung melalui satu patahan raksasa. Sebaliknya, jaringan sesar dapat berkembang secara bertahap, semakin banyak mengalami pergeseran, hingga deformasi akhirnya terkonsentrasi pada zona tertentu.

Ilustrasi Cekungan Wharton. Foto : Domain Publik
Gempa 2012
Nilai penting gempa 2012 bukan hanya pada kekuatannya. Gempa tersebut memberikan kesempatan bagi ilmuwan untuk mengamati bagaimana kerak samudra dapat mengalami deformasi jauh dari batas lempeng konvensional.
Analisis menunjukkan bahwa ruptur gempa berlangsung melalui sistem sesar yang kompleks. Struktur tersebut menembus kerak dan berlanjut ke bagian atas mantel. Kondisi itu menunjukkan bahwa deformasi yang terjadi bukan sekadar kerusakan dangkal di dasar laut, melainkan melibatkan bagian penting dari litosfer.
Pengamatan menggunakan sistem GPS juga menunjukkan bahwa gempa tersebut memberikan perubahan posisi yang dapat diukur di kawasan sekitar sumber gempa. Salah satu studi melaporkan bahwa sejumlah stasiun GNSS di kawasan tersebut mengalami perpindahan horizontal hingga sekitar 17 sentimeter dalam tiga tahun setelah gempa.
Pergerakan pascagempa semacam ini membantu ilmuwan memahami bagaimana kerak dan mantel atas merespons pelepasan tegangan dalam gempa besar.
Fenomena Penting bagi Indonesia
Meski calon batas lempeng tersebut berada jauh di lepas pantai, fenomenanya memiliki arti penting bagi Indonesia. Indonesia berada di salah satu kawasan tektonik paling aktif di dunia. Sumatra, Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara, Sulawesi hingga Maluku dipengaruhi oleh interaksi beberapa lempeng dan mikrolempeng.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!