Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lulusan Baru Masih Sulit Kerja? Kemnaker Perkuat Link and Match dengan Industri

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lulusan Baru Masih Sulit Kerja? Kemnaker Perkuat Link and Match dengan Industri Doc: ANTARA/ Aria Ananda.
Ket. Arsip - Pembukaan Program Magang Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch ke-2 di wilayah Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta.

JAKARTA – Penguatan link and match antara lulusan baru perguruan tinggi dengan pasar kerja menjadi kunci untuk menekan kesenjangan keterampilan (skill mismatch) yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

Kolaborasi yang lebih erat antara kampus dan dunia industri melalui penyelarasan kurikulum, program magang, sertifikasi kompetensi, hingga proyek berbasis kebutuhan industri akan menghasilkan lulusan yang lebih adaptif dan siap kerja.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan daya saing tenaga kerja muda, tetapi juga membantu dunia usaha memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan transformasi ekonomi dan perkembangan teknologi.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengatakan penyelenggaraan Magang Nasional (MagangHub) 2026 akan fokus pada penguatan link and match antara lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dengan pasar kerja atau dunia industri.

Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono mengatakan, hal ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi Magang Nasional 2025, yaitu pentingnya memperkuat kualitas kecocokan antara peserta, posisi magang, kebutuhan industri, dan kompetensi yang ingin dikembangkan.

“Oleh karena itu, penyelenggaraan tahun ini diarahkan agar proses link and match lebih kuat, sebaran peserta lebih merata, bidang magang lebih beragam, dan posisi magang semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” kata Faried saat dihubungi di Jakarta, Selasa (4/8).

Lebih lanjut, ia mengatakan Magang Nasional merupakan salah satu instrumen penting untuk menjembatani transisi lulusan perguruan tinggi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.

Program ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan penempatan peserta magang, tetapi sebagai proses pembelajaran kerja yang terstruktur, melibatkan perusahaan sebagai tempat belajar, mentor sebagai pembimbing, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang terus diperbaiki.

Berdasarkan data Kemnaker, jumlah peserta magang mencapai sekitar 102,6 ribu orang dari total pendaftar sekitar 370,5 ribu orang, dengan keterlibatan 11.772 perusahaan/instansi pemerintah sebagai tempat magang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan lulusan muda terhadap pengalaman kerja nyata sangat besar, sekaligus memperlihatkan bahwa dunia usaha juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam peningkatan kompetensi calon tenaga kerja.

Dengan minat yang tinggi dari para lulusan perguruan tinggi dan dunia industri, Faried menilai aspek monitoring, evaluasi, dan tata kelola pun harus diperkuat sejak awal.

Ia mengatakan, program magang tidak cukup hanya berhasil dari sisi jumlah peserta, tetapi juga harus dipastikan kualitas pembelajaran, peran mentor, kepatuhan penyelenggara, pelaporan peserta, serta hasil pascaprogramnya.

“Oleh karena itu, pada penyelenggaraan tahun 2026, Kemnaker memperkuat pemantauan sejak awal hingga selesai, evaluasi kualitas penyelenggara dan mentor, serta pelacakan hasil peserta setelah program berakhir,” ujar Faried.

Selain itu, Kemnaker juga mendorong agar program ini semakin inklusif. Dalam penyempurnaan program tahun 2026, perluasan sasaran peserta menjadi perhatian, termasuk membuka akses bagi peserta disabilitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Amerika Serikat Perkuat Kap...
Rona
Jangan Anggap Enteng, Meski...
Olahraga
Juara Bertahan Italia Hadap...
Luar Negeri
Swiss Sebut Kondisi Dunia S...

DJP Pastikan Pajak Marketplace Bukan Pemungutan Baru

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
DJP Pastikan Pajak Marketpl...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.