Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Bongkar Kondisi Kredit Rp2.548 Triliun yang Belum Cair, Swasta Mulai Bergerak

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 04:29 WIB | Oleh:
BI Bongkar Kondisi Kredit Rp2.548 Triliun yang Belum Cair, Swasta Mulai Bergerak Doc: Antara foto
Ket. Gubernur BI Destry Damayanti (kiri) dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) dalam Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter & Fiskal di Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (24/9).

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencermati fasilitas kredit yang belum dicairkan atau undisbursed loan masih berkisar Rp2.548 triliun per Juli 2026, di tengah mulai meningkatnya permintaan pembiayaan dari sektor swasta.

Gubernur BI Destry Damayanti dalam Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter & Fiskal di Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis, mengatakan tingginya undisbursed loan dipengaruhi faktor permintaan maupun penawaran kredit.

Hingga kuartal II-2026, pertumbuhan kredit masih banyak ditopang aktivitas yang berkaitan dengan pemerintah, sementara permintaan dari swasta relatif terbatas. Namun, BI mulai melihat perubahan pada data terbaru.

“Data terakhir, kami melihat sektor swasta itu sudah mulai bergerak naik. Artinya, dari sisi permintaannya itu sudah mulai ada geliat untuk melakukan kredit,” kata Destry.

Sementara dari sisi penawaran, Destry mengatakan sebagian bank sebelumnya memilih menempatkan likuiditas pada surat berharga, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), ketika permintaan kredit masih lemah.

Untuk mendorong intermediasi, BI sejak 1 September 2026 memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Pendalaman Pasar Uang (PPU).

Dalam KLM ini, bank akan memperoleh insentif maksimal sebesar dua persen atau 200 basis poin (bps) dari DPK apabila bank menjaga rasio kepemilikan SBN dan SRBI nonrepository terhadap total pendanaan (funding) di bawah 19 persen.

Menurut dia, insentif diberikan melalui pengurangan giro bank di BI dalam rangka pemenuhan giro wajib minimum (GWM) yang wajib dipenuhi secara rata-rata.

BI berharap skema tersebut mendorong likuiditas perbankan lebih banyak mengalir ke pembiayaan ekonomi.

Sinyal penguatan kredit mulai terlihat pada Agustus 2026. Kredit perbankan tumbuh 13,65 persen secara tahunan, ditopang kredit investasi yang melonjak 25,11 persen dan kredit modal kerja 11,45 persen.

“Ini hal yang sangat bagus karena artinya pertumbuhan kredit itu masuk ke sektor produktif. Jadi, ini buat kami menjadi suatu sinyal juga bahwa aktivitas ekonomi terus berputar dengan kapasitas ekonominya yang bertambah karena ada kredit investasi tadi,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.