Finlandia Kuras Minyak dari Bangkai Kapal Perang Dunia II demi Selamatkan Ekosistem Laut Baltik
📅 Minggu, 02 Agu 2026, 21:23 WIB | Oleh: Deri HenriawanHELSINKI - Kementerian Lingkungan Hidup Finlandia dalam siaran pers pada Sabtu (1/8) menyebutkan bahwa negara itu telah berhasil mengeluarkan sekitar 60.000 liter minyak dari bangkai kapal pertahanan pantai era Perang Dunia II, Ilmarinen.
Menurut siaran pers tersebut, operasi yang dilakukan dari 14 hingga 24 Juli itu dipimpin bersama oleh Institut Lingkungan Hidup Finlandia dan Angkatan Laut Finlandia, dengan dukungan dari Penjaga Perbatasan Finlandia serta Pusat Medis Penyelam Angkatan Pertahanan Finlandia.
Sebagai hasilnya, sekitar 60.000 liter minyak telah dikeluarkan dari tangki bahan bakar kapal itu. Namun, sekitar 40.000 liter minyak masih terperangkap di dalam bangkai kapal dan operasi pengambilannya diperkirakan akan berlanjut pada 2027.
Kapal pertahanan pantai Ilmarinen, yang tenggelam pada September 1941 setelah menabrak ranjau di sebelah utara Laut Baltik, telah menjadi salah satu bangkai kapal yang berbahaya bagi lingkungan Laut Baltik.
Operasi tersebut sangat menantang, karena bangkai kapal terletak di kedalaman 60 hingga 80 meter, sehingga memerlukan langkah-langkah keselamatan yang ketat untuk peralatan, aktivitas penyelaman, dan operasi di permukaan, menurut Angkatan Laut Finlandia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Finlandia Sari Multala, berkat operasi tersebut, Ilmarinen kini menimbulkan risiko yang jauh lebih rendah terhadap lingkungan Laut Baltik.
"Sangat penting untuk menyelesaikan pengambilan minyak tersebut," kata Multala. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!