Hyrox Makin Diminati, Ini Lima Persiapan yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bertanding
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 17:20 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
JAKARTA — Hyrox, kompetisi kebugaran yang memadukan olahraga lari dengan sejumlah tantangan kekuatan, mulai menjadi bagian dari tren gaya hidup aktif masyarakat urban. Namun, tingginya intensitas kompetisi membuat peserta perlu menyiapkan kondisi fisik dan aspek pendukung lainnya sebelum mengikuti ajang tersebut.
Popularitas Hyrox muncul di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga yang sebelumnya juga ditandai dengan tren maraton dan padel. Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan pola masyarakat urban dalam memandang olahraga, dari sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran menjadi bagian dari gaya hidup dan aktivitas sosial.
Meski demikian, mengikuti tren olahraga tanpa persiapan yang memadai dapat meningkatkan risiko kelelahan maupun cedera. Karena itu, calon peserta Hyrox perlu mempersiapkan diri secara bertahap sebelum menghadapi kompetisi.
Berikut lima hal yang perlu diperhatikan sebelum menjajal Hyrox:
1. Memahami format kompetisi dan menyusun strategi
Sebaiknya Anda baca juga:
Hyrox menggabungkan lari dengan sejumlah latihan kekuatan, seperti sled push dan wall balls. Memahami karakter setiap tahapan kompetisi dapat membantu peserta menentukan strategi latihan dan mengatur penggunaan energi.
Salah satu aspek penting adalah pacing. Peserta perlu menghindari penggunaan tenaga secara berlebihan pada putaran awal agar masih memiliki energi ketika memasuki sesi latihan kekuatan.
Latihan transisi dari lari menuju gerakan berbeban juga penting dilakukan. Pola latihan tersebut membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan jenis aktivitas selama kompetisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Membangun fondasi fisik secara bertahap
Kekuatan otot dan daya tahan kardiovaskular membutuhkan proses. Bagi peserta pemula, latihan secara rutin selama sekitar 8 hingga 12 minggu sebelum kompetisi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membangun kesiapan fisik.
Latihan dapat dilakukan dengan mengombinasikan kardio dan latihan kekuatan. Lari interval selama 30 hingga 45 menit per sesi, misalnya, dapat dikombinasikan dengan latihan yang menyasar otot paha dan inti tubuh.
Gerakan dasar seperti squat, lunge, dan deadlift dapat menjadi bagian dari latihan kekuatan. Peregangan juga perlu dilakukan secara rutin untuk membantu menjaga mobilitas tubuh.
3. Memperhatikan pemulihan tubuh
Latihan dengan intensitas tinggi membutuhkan waktu pemulihan yang memadai. Terlalu fokus pada peningkatan intensitas latihan tanpa memberikan waktu istirahat dapat membuat tubuh mengalami kelelahan berlebih.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!