Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

El Nino Terkuat dalam 75 Tahun Diprediksi Picu Cuaca Ekstrem di Asia-Pasifik

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 06:30 WIB | Oleh:
El Nino Terkuat dalam 75 Tahun Diprediksi Picu Cuaca Ekstrem di Asia-Pasifik Doc: Antara
Ket. Analisis BMKG mengenai anomali suhu muka laut.

Singapura – Perusahaan reasuransi global Munich Re memperingatkan meningkatnya risiko bencana akibat fenomena El Nino yang diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena tersebut diperkirakan memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah dunia, terutama kawasan Asia-Pasifik.

Dilansir dai Channel NewsAsia, dalam laporan pembaruan bencana alam global yang dirilis pada 30 Juli, Munich Re menyebut El Nino yang saat ini berkembang dan semakin menguat di Samudra Pasifik akan mendorong kenaikan suhu global. Kondisi itu terjadi setelah dunia mengalami rekor suhu tinggi, gelombang panas, dan kebakaran hutan di Eropa serta Amerika Utara sejak Mei 2026.

Menurut Munich Re, cuaca ekstrem yang diperparah perubahan iklim telah menyebabkan kerugian ekonomi akibat bencana alam di seluruh dunia mencapai hampir 112 miliar dolar AS (sekitar 144 miliar dolar Singapura) pada semester pertama 2026.

Dua gempa bumi di Venezuela dan rangkaian badai di Amerika Serikat menjadi bencana dengan kerugian terbesar, masing-masing diperkirakan mencapai 30 miliar dolar AS.

Namun, yang kini menjadi perhatian utama industri asuransi adalah dampak El Nino pada paruh kedua 2026 hingga awal 2027.

Anggota Dewan Manajemen Munich Re yang membawahi kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika, Achim Kassow, mengatakan Asia-Pasifik diperkirakan menjadi wilayah yang paling terdampak.

"Asia-Pasifik kemungkinan menjadi kawasan yang paling menderita akibat El Nino. Kita harus bersiap menghadapi risiko topan yang lebih tinggi di Jepang dan Korea, serta gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan di Asia Tenggara, India, dan Australia," katanya.

El Nino merupakan fenomena alam berupa peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun. Fenomena ini mengubah pola angin, tekanan udara, dan curah hujan di berbagai belahan dunia sehingga meningkatkan suhu rata-rata global.

Pada kondisi yang lebih kuat atau dikenal sebagai super El Nino, yang biasanya terjadi setiap satu hingga dua dekade, dampaknya dapat memicu cuaca ekstrem yang lebih mematikan dan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.

Sebaliknya, La Nina ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di kawasan yang sama dan umumnya membawa cuaca lebih sejuk serta curah hujan lebih tinggi di Asia Tenggara dan Australia bagian timur.

Pusat Prediksi Iklim Amerika Serikat (Climate Prediction Center) pada 9 Juli menyatakan El Nino saat ini terus menguat dan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari 75 tahun.

Risiko Bencana

Sementara itu, Departemen Meteorologi Malaysia memperkirakan suhu udara di negara tersebut dapat mencapai 40 derajat Celsius pada awal 2027 seiring menguatnya El Nino. Puncak fenomena itu diperkirakan terjadi antara November 2026 hingga Januari 2027 dengan curah hujan yang menurun di sebagian besar wilayah Malaysia.

Kepala Ilmuwan Iklim Munich Re Tobias Grimm mengatakan El Nino memperparah berbagai cuaca ekstrem sekaligus mengubah profil risiko bencana di berbagai kawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jjroyal-luwak
Daerah
Gakkum Kehutanan Tangkap Pe...
Advertisement
Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

30 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.