Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Yogyakarta Targetkan 1.000 Biopori Jumbo Kurangi Sampah

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 21:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Yogyakarta Targetkan 1.000 Biopori Jumbo Kurangi Sampah Doc: Antara
Ket. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (kanan) meninjau biopori jumbo saat panen ke-3 Biopori Jumbo (BIMBO) bersama warga RW05 Kampung Mangkuyudan, Kota Yogyakarta, Jumat (23/1).

Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan pembangunan 1.000 biopori jumbo untuk menekan volume sampah melalui pengelolaan berbasis masyarakat.

"Kalau satu biopori jumbo bisa menahan sekitar dua ton sampah, maka 1.000 biopori jumbo bisa menahan sekitar 2.000 ton sampah. Ini jumlah yang sangat besar," ujar Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat panen ke-3 Biopori Jumbo (BIMBO) bersama warga RW05 Kampung Mangkuyudan di Kota Yogyakarta, Jumat (23/1).

Dia menjelaskan peran pemerintah dalam program biopori jumbo difokuskan pada penguatan dukungan teknis kepada masyarakat, mulai dari penyediaan aktivator untuk mempercepat proses pengomposan, bantuan tenaga saat panen, hingga pembangunan unit biopori jumbo.

Hasil panen kompos sepenuhnya menjadi milik warga dan dapat dimanfaatkan sendiri atau dijual.

"Pemerintah tidak mengambil uangnya. Uangnya untuk masyarakat. Kami hanya membantu memanen, mengomposkan, dan membangun bioporinya. Kalau masih kurang, akan kita bantu lagi," ujarnya.

Saat ini, jumlah biopori jumbo di Kota Yogyakarta lebih dari 600 unit.

Pada tahun ini, Pemkot Yogyakarta menargetkan penambahan sekitar 400 biopori jumbo sehingga totalnya sekitar 1.000 unit tersebar di seluruh wilayah itu.

Program tersebut juga terintegrasi dengan urban farming dan integrated farming melalui pembangunan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPO) di sejumlah lokasi, di antaranya di sekitar Pasar Burung PASTY, Tegalgendu, dan Tegalrejo.

Kompos hasil biopori dimanfaatkan untuk mendukung pertanian warga dan pengembangan lorong sayur.

Dia mendorong lorong sayur terus diperbanyak dengan melibatkan lebih banyak warga, khususnya ibu-ibu, sebagai upaya memanfaatkan ruang sempit sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga.

Menurut dia, budi daya tanaman pangan sederhana, seperti cabai, juga berkontribusi menjaga stabilitas harga pangan.

"Harapannya bisa mengurangi belanja cabai. Cabai ini sering mempengaruhi inflasi," ujar dia.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur Lestari RW05 Kampung Mangkuyudan Sumarsini mengatakan pengelolaan sampah melalui biopori jumbo di wilayah itu telah berjalan sejak 2021 dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun warga.

"Awalnya kami hanya punya dua bangunan biopori jumbo. Setelah disosialisasikan ke warga, masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Sampah anorganik dikelola melalui bank sampah yang dibuka sebulan sekali, setiap Minggu terakhir, sedangkan sampah organik setiap hari bisa langsung dibuang ke biopori," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.