Wali Kota: Pemkot Bandung Bertekad Percepat Transformasi Koperasi
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 17:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan peringatan ke-79 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) sebagai momentum mempercepat transformasi koperasi agar tidak lagi identik dengan usaha simpan pinjam semata, melainkan menjadi penggerak ekonomi kreatif, digital, dan pemberdayaan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat memberikan sambutan di acara peringatan ke-79 Harkopnas Kota Bandung di Hotel Harris Festival Citylink, Selasa (28/7).
Wali Kota Farhan mengatakan Kota Bandung memiliki modal besar untuk mengembangkan koperasi modern karena ditopang sumber daya manusia kreatif dan ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
“Koperasi bukan sekadar program politik atau kegiatan seremonial. Koperasi adalah bentuk nyata demokrasi ekonomi yang harus mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” kata Wali Kota Farhan.
Menurut dia, koperasi di Kota Bandung harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui digitalisasi, tata kelola yang profesional, serta inovasi model bisnis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia bahkan mendorong lahirnya koperasi yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan startup digital sehingga pembiayaan perusahaan rintisan tidak hanya bergantung pada modal ventura.
“Saya membayangkan suatu saat startup digital di Kota Bandung bisa tumbuh dari kekuatan anggota koperasi. Hari ini mungkin masih terdengar sebagai mimpi, tetapi beberapa tahun ke depan hal itu sangat mungkin diwujudkan,” ujar dia.
Selain itu, Wali Kota Farhan juga mengusulkan penerapan konsep gamifikasi dalam pengelolaan koperasi sebagai media edukasi dan peningkatan partisipasi anggota melalui berbagai aplikasi digital yang interaktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, Wali Kota Farhan mengingatkan pentingnya menjaga integritas koperasi khususnya koperasi simpan pinjam. Ia meminta seluruh pengurus menjalankan prinsip koperasi secara benar dan tidak menjadikan koperasi sebagai kedok praktik usaha yang menyimpang.
“Koperasi harus dikelola dengan semangat kebersamaan dan transparansi. Jangan sampai dijadikan kendaraan untuk kepentingan segelintir orang atau praktik yang merugikan anggota,” tutur dia.
Ia juga mengingatkan pentingnya administrasi usaha yang tertib dengan memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan digital agar seluruh aktivitas koperasi dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
“Jangan mengandalkan ingatan. Gunakan sistem pencatatan digital sehingga pengurus maupun anggota dapat memantau kondisi keuangan dan usaha kapan saja,” kata dia.
Wali Kota Farhan mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengembangan koperasi di Kota Bandung masih berada di angka sekitar 36 persen. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Bandung untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan koperasi.
“Data ini bukan untuk membuat kita pesimis, tetapi menjadi cambuk agar koperasi di Kota Bandung terus berbenah dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!