Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Prakirakan Hujan Ringan Bakal Dominasi Wilayah Indonesia pada Senin (21/9)

📅 Senin, 21 Sep 2026, 06:08 WIB | Oleh:
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Bakal Dominasi Wilayah Indonesia pada Senin (21/9) Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi hujan ringan

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan pada Senin (21/9).

Prakirawan BMKG Dendi dalam video prakiraan cuaca yang dipantau di Jakarta, Senin pagi, mengatakan wilayah Indonesia bagian barat secara umum diprediksi berawan hingga hujan ringan.

"Untuk wilayah Indonesia bagian barat, secara umum diprediksi berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan ringan terlihat di sini terdapat di sekitar wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah, kemudian di wilayah Kalimantan bagian utara, dan juga untuk di wilayah Jawa masih terdapat potensi hujan ringan, terutama Jawa bagian barat seperti di wilayah Serang dan juga di sekitar wilayah Bandung," ujar dia.

Potensi hujan ringan juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur, terutama Sulawesi bagian barat, Ambon, Maluku; serta wilayah Papua bagian utara hingga tengah.

Potensi udara kabur masih terlihat di sekitar Sumatera bagian tengah hingga selatan dan Kalimantan Timur yang berpotensi mengurangi jarak pandang.

Kondisi udara kabur juga berpotensi terjadi di Mataram, Nusa Tenggara Barat; Sorong, Papua Barat, dan Manokwari, Papua Barat.

Potensi asap atau kabut masih terlihat di sekitar wilayah Banjarmasin, yang dapat mengganggu pernapasan dan juga menurunkan kualitas udara.

BMKG mengingatkan pengguna transportasi udara terhadap potensi pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat mengganggu penerbangan di sejumlah wilayah.

Potensi pertumbuhan awan cumulonimbus terutama terlihat di wilayah bagian timur Aceh dan Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, bagian timur Jambi, bagian barat Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, serta bagian barat Kepulauan Mentawai.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat bagian utara dan Kalimantan Utara.

Untuk wilayah Indonesia bagian timur, potensi pertumbuhan awan cumulonimbus terlihat di Papua Pegunungan dan Papua, terutama saat pesawat lepas landas, mendarat atau melintas di sekitar wilayah pertumbuhan awan.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat yang menggunakan transportasi udara untuk memperbarui informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Olahraga
Ceko ke Final Davis Usai Si...
Advertisement
Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.