Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Banten Dorong Pola Asuh Kolaboratif

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Banten Dorong Pola Asuh Kolaboratif Doc: Antara
Ket. Sekda Provinsi Banten Deden Apriandi di Kota Serang, Banten, Sabtu (3/6).

Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggalakkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah pada kegiatan pembagian rapor kenaikan kelas tahun ini yang difokuskan, khususnya para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan daerah setempat.

Sekda Provinsi Banten Deden Apriandi di Kota Serang, Sabtu (13/6), mengatakan kebijakan pengasuhan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 28 Tahun 2026 tertanggal 11 Juni 2026.

Langkah strategis ini tindak lanjut SE Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 serta surat Perwakilan BKKBN Provinsi Banten tentang dukungan pelaksanaan gerakan serupa di tingkat daerah.

Ia menjelaskan kehadiran seorang ayah untuk bersama anak-anaknya saat mengambil hasil evaluasi belajar sebagai penting untuk mendorong penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak usia dini.

"Itu juga sebagai bentuk upaya kita semua guna membangun keluarga berkualitas dan generasi emas serta diharapkan menjadi simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia, dari yang semula terpusat pada peran ibu menjadi kolaboratif dan setara," ujar Deden.

Terkait dengan teknis pelaksanaan, ia menjelaskan para ASN yang memiliki anak pada jenjang pendidikan PAUD hingga SMA atau sederajat dapat menyesuaikan waktu dengan jadwal pembagian rapor akhir semester di sekolah masing-masing anak.

Pemprov Banten juga menugaskan para abdi negara untuk tidak sekadar melaksanakan edaran ini secara pribadi, tetapi juga menjadi pelopor kampanye pengasuhan kolaboratif di tengah lingkungan tempat tinggal mereka.

"Kepada seluruh ASN diharapkan dapat mengedukasi keluarga, kerabat, dan tetangga untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut, sehingga bisa berjalan secara masif," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.