Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Faktor Usia dan Gerusan Air Picu Jembatan di Setu Jakarta Timur Mulai Amblas

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 11:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Faktor Usia dan Gerusan Air Picu Jembatan di Setu Jakarta Timur Mulai Amblas Doc: ANTARA
Ket. Kondisi retak dan amblasnya Jalan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026).

JAKARTA – Kerusakan jembatan penghubung antarprovinsi di Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang retak dan mulai amblas diduga faktor usia bangunan dan gerusan air di bagian bawah struktur jembatan.

"Diduga memang jembatan ini sudah berusia dan ada rongga di bawah yang sudah tergerus air, sehingga menyebabkan retaknya di atas jembatan ini," kata Lurah Setu, Dwi Widiastuti, di Jakarta, Kamis (26/2).

Dwi mengatakan retakan awal mulai terlihat sekitar dua minggu lalu. Seiring waktu, kondisi jembatan kian memburuk hingga terjadi penurunan pada badan jalan.

"Penyebab jalan jembatan ini yang terjadi kerusakan retak itu sekitar dua minggu yang lalu," ujarnya.

Menurut Dwi, rongga di bagian bawah jembatan membuat struktur tanah tidak lagi stabil. Hal itu mengurangi daya dukung konstruksi sehingga memicu amblasnya permukaan jalan.

Jembatan tersebut diketahui merupakan penghubung wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, tepatnya Bekasi.

Selain menjadi akses antarprovinsi, jalur ini juga dikenal sebagai rute tercepat bagi warga, sehingga cukup padat dilalui kendaraan setiap harinya.

Meski tersedia jalur alternatif seperti melalui Tol PLN dan Jalan Kapuk–Sumir, banyak pengendara tetap memilih jalur ini karena lebih efisien waktu tempuhnya.

"Iya ini jembatan penghubung antarprovinsi. Ada beberapa rute, rute lain ya mungkin dari yang melintas tol, ada Tol PLN, Jalan Kapuk Sumir, tapi memang ini yang lebih cepat, jadi lebih padat," jelas Dwi.

Saat ini, kondisi jembatan dinilai semakin mengkhawatirkan. Permukaan jalan terlihat retak dan mengalami penurunan di beberapa titik.

Dwi mengimbau warga untuk berhati-hati saat melintas dan mematuhi pembatasan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.

Sebelumnya, sebagian warga mengeluhkan kerusakan Jalan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim) yang mengalami retak hingga amblas.

Salah satu warga, Suprianto (42), mengatakan kerusakan tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi bermula dari retakan kecil yang sudah terlihat sebelumnya dan terus melebar hingga kondisi jalan menjadi seperti sekarang.

"Ini sudah satu mingguan ke sini. Awalnya memang retak-retak di sini, jadi perlahan retak-retak sehingga terjadi seperti ini keadaan jalannya," kata Suprianto di Jakarta, Kamis (26/2).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Capaian realisasi investasi nasional

20 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

20 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.