Kekeringan Mengancam Sawah Bekasi, 3 Pompa Kementerian PU Mulai Dioperasikan
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 04:18 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengoperasikan tiga unit pompa untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan air bagi persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Menteri PU Dody Hanggodo meminta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (DJSDA) dan BBWS Citarum segera menangani kebutuhan air pertanian serta memastikan laporan mencerminkan kondisi aktual di lapangan.
“Saya ingin memastikan laporan yang disampaikan teman-teman sumber daya air benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari laporan, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik kekeringan," katanya.
"Sejak awal tahun, saya sudah mengingatkan agar ketersediaan air untuk sawah dijaga,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Air dari Stasiun Pompa (SP) Kiwing mulai dialirkan melalui tiga jalur selang menuju sawah yang membutuhkan pasokan air untuk mendukung kegiatan tanam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekitar 600 hektare persawahan di wilayah tersebut mengalami keterbatasan air. Pompanisasi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan terdampak agar petani dapat kembali mengolah sawah dan melanjutkan musim tanam.
Pelaksana Tugas Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi menyampaikan bahwa pengoperasian pompa merupakan langkah penanganan untuk membantu petani yang mengalami kesulitan memperoleh air.
“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret,” ujar Abdul.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya percepatan pengambilan air dilakukan tidak hanya dari Kali Kuwing, tetapi juga dari Sungai Citarum dengan menyiapkan satu unit pompa bergerak berkapasitas 500 liter per detik (lps).
Upaya tersebut diperkuat BBWS Cilicis dengan dua unit pompa bergerak berkapasitas 80 liter per detik (lps) untuk mempercepat pengaliran air dari Sungai Citarum ke sawah terdampak.
BBWS Citarum akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendukung kebutuhan air pertanian. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan jajaran pengelola sumber daya air.
Selain mengoperasikan pompa, BBWS Citarum membuka Layanan dan Posko Bencana Kekeringan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk menyampaikan laporan kekeringan, kebutuhan air, serta permasalahan infrastruktur sumber daya air di wilayah kerja BBWS Citarum
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!